Cabang Dinas Pendidikan Jateng Apresiasi Solusi Ijazah SMK Wijaya Kusuma Solo
- 20 Jul 2026 22:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah memberikan dukungan penuh atas langkah solutif yang diambil oleh SMK Wijaya Kusuma Solo. Langkah tersebut berkaitan erat dengan upaya penyelesaian masalah tertahannya ratusan dokumen ijazah milik lulusan akibat penunggakan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
Penegasan ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kebijakan yang berpihak pada nasib siswa. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Agung Wijayanto, menyatakan pihak sekolah dan yayasan telah menunjukkan kepedulian yang tinggi.
Hal itu dibuktikan melalui pemberian diskon tunggakan sebesar 40 persen serta kemudahan akses berupa legalisasi fotokopi ijazah secara cuma-cuma.
Kebijakan ini dinilai sangat bijak karena memastikan hak alumni untuk mencari pekerjaan tidak terhambat meski belum melunasi tanggungan finansial secara utuh. Meski demikian, Agung turut mengingatkan kepada masyarakat luas sekolah swasta memiliki dinamika pengelolaan yang sangat bergantung pada partisipasi pembiayaan wali murid.
Ia menyoroti apabila seluruh penunggakan dihapuskan secara sepihak, hal tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas operasional harian dan layanan pendidikan.
"Terkait kondisi ijazah yang belum diambil di SMK Wijaya Kusuma, kami di Cabang Dinas Pendidikan terus melakukan koordinasi dan pembinaan. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh langkah solutif yang telah diupayakan oleh Kepala SMK Wijaya Kusuma beserta pihak yayasan," ujar Agung, Senin, 20 Juli 2026,
Sebelumnya, akumulasi tunggakan dari 162 ijazah yang masih tertahan di sekolah sejak tahun 2008 hingga 2025 tersebut tercatat mencapai angka Rp336 juta.
Kepala SMK Wijaya Kusuma Solo, Harsono, menjelaskan besaran tunggakan bervariasi, dari di bawah satu juta hingga ada yang menyentuh enam juta rupiah per siswa akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
"Dengan adanya diskon atau keringanan ini, harapan kami uang tersebut bisa cair, meskipun hanya seratus juta hingga seratus lima puluh juta rupiah, itu sudah sangat membantu finansial sekolah," kata Harsono.
Guna menyelesaikan persoalan secara tuntas, Cabang Dinas Pendidikan mengimbau kepada seluruh alumni dan orang tua untuk memanfaatkan momentum kebijakan pemotongan ini.
Masyarakat diharapkan bisa datang langsung dan berdialog secara kekeluargaan guna mencari titik temu terbaik agar ijazah dapat segera beralih manfaat untuk menyongsong masa depan lulusan. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....