Belum Diambil, 162 Ijazah Lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo Tersimpan di Sekolah

  • 12 Jul 2026 15:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Sebanyak 162 ijazah milik lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo sejak tahun 2008 hingga 2025 terpantau masih tertahan di sekolah akibat adanya penunggakan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Kepala SMK Wijaya Kusuma Solo, Harsono, mengungkapkan akumulasi nominal dari ratusan dokumen kelulusan yang belum diambil oleh para alumni tersebut saat ini telah menyentuh angka Rp336 juta.

"Tunggakan per anak itu rata-rata Rp1 juta sampai Rp2 juta. Tapi ada yang di bawah Rp1 juta, ada yang Rp6 juta," uajr Harsono saat memberikan rincian data riil tersebut di ruang kerjanya, Kamis, 9 Juli 2026.

Besarnya nilai penunggakan tahunan itu dipicu oleh keterbatasan faktor ekonomi keluarga, yang kemudian berdampak langsung terhadap pemenuhan hak kesejahteraan serta operasional bagi 24 guru dan enam karyawan aktif.


Guna meringankan beban alumni, pihak manajemen sekolah akhirnya mengambil langkah solutif dengan mengajukan permohonan pemotongan nilai beban administrasi kepada pihak yayasan pengelola.

"Dengan adanya diskon atau keringanan ini, harapan kami uang tersebut bisa cair, meskipun hanya Rp100 juta hingga Rp150 juta, itu sudah sangat membantu finansial sekolah," katanya.

Kendati menghadapi tantangan finansial, sekolah tetap mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan legalisasi fotokopi ijazah secara cuma-cuma agar para lulusan kurang mampu tetap bisa melamar pekerjaan demi memperbaiki taraf hidup. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....