Lirik Investor, BBWS Jajaki PLTS Terapung 10 MW di Bendungan Jlantah
- 11 Jul 2026 00:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Selain mengandalkan sektor pengairan, Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar menyimpan potensi besar dalam pengembangan sektor Energi Baru Terbarukan atau EBT. Waduk buatan ini diklaim mampu menghasilkan pasokan energi listrik ramah lingkungan dengan total kapasitas mencapai 10,625 Megawatt.
Potensi energi tersebut bersumber dari dua lini, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA skala kecil sebesar 0,625 Megawatt memanfaatkan arus buangan air. Serta proyeksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS terapung dengan kapasitas raksasa mencapai 10 Megawatt.
"Tenaga surya itu nanti ditumpangkan di atas bendungan, di air. Jadi yang itu nanti kita undang investor-investor yang bisa bekerja sama," ujat Kepala BBWS Bengawan Solo Gatot Bayuaji, Jumat 10 Juli 2026.
Gatot menegaskan rencana pembangunan PLTS terapung di atas permukaan air waduk ini saat ini baru memasuki tahapan penjajakan awal. Pihak kementerian membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor swasta maupun BUMN yang berminat menanamkan modal investasi di proyek ramah lingkungan ini.
Pemanfaatan ruang permukaan air untuk panel surya dinilai sangat efisien karena tidak membutuhkan proses pembebasan lahan darat baru yang rumit. Selain itu, lanjut Gatot keberadaan panel surya di atas air juga berfungsi menekan laju penguapan air bendungan akibat terik matahari.
"Fokus kita saat ini memang ke irigasi dulu, baru setelah itu melangkah ke pengembangan potensi listrik tersebut," ucap Gatot.
Gatot berharap rencana diversifikasi energi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah guna mempermudah proses perizinan investasi di lapangan. "Jika proyek EBT ini terealisasi, Bendungan Jlantah akan menjadi percontohan waduk modern yang mandiri energi," ucapnya.
Langkah pencarian mitra strategis ini akan mulai diintensifkan paralel dengan penyelesaian jaringan irigasi sekunder. Pengembangan sektor kelistrikan ini diharapkan mampu menyuplai kebutuhan industri hulu dan domestik di Karanganyar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....