BBWS Bengawan Solo Targetkan Waduk Jlantah Airi 1.494 Hektare Sawah

  • 11 Jul 2026 00:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo memetakan total potensi layanan irigasi dari Bendungan Jlantah mampu menjangkau luasan lahan hingga 1.494 hektare. Dari total target tersebut, saat ini tercatat baru sekitar 806 hektare lahan pertanian yang sudah aktif merasakan manfaat ketersediaan air.

Kepala BBWS Bengawan Solo Gatot Bayuaji mengtakan, untuk sisa lahan potensial lainnya yang mencapai 688 hektare, 458 hektare di antaranya telah memiliki jaringan irigasi horizontal. Sedangkan sisa 230 hektare sisanya merupakan area kritis yang membutuhkan program cetak sawah baru dan penambahan jaringan sekunder.

"Yang betul-betul perlu ada cetak sawah dan tambah jaringannya itu 230 hektare. Nah, ini yang perlu kita kolaborasikan dengan pemerintah daerah," ujar Kepala BBWS Bengawan Solo Gatot Bayuaji, Jumat 10 Juli 2026.

Gatot Bayuaji mengungkapkan, area seluas 230 hektare yang mendesak untuk digarap tersebut berada di dua wilayah, yakni Kecamatan Jumapolo dan Kecamatan Jatiyoso.

"Tadi kita sudah komunikasi dengan Sekretaris Daerah dan Bappeda Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong usulan dana Instruksi Presiden atau Inpres," ujarnya.

Gatot menambahkan, proses penambahan jaringan irigasi tersier maupun sekunder ke depan dipastikan akan membutuhkan sedikit pembebasan lahan baru milik warga. "Jalur pembebasan ini dikhususkan untuk pembuatan sodetan saluran pembawa agar air dari bendungan bisa terhubung langsung secara merata," katanya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto membenarkan adanya kebutuhan mendesak terkait pembangunan infrastruktur pelengkap tersebut di tingkat bawah. Menurut bupati, ketersediaan air melimpah di waduk tidak akan maksimal jika tidak diimbangi dengan keandalan saluran pembawa di area persawahan.

"Sebenarnya lahannya sudah ada. Jadi yang masih perlu ditambah adalah irigasi yang menuju ke tempat-tempat calon lahan yang akan dibuka," kata Rober Christanto.

Langkah percepatan penyelesaian sisa jaringan irigasi ini menjadi fokus utama tim gabungan agar target swasembada komoditas padi tercapai. Fokus jangka pendek dialokasikan sepenuhnya untuk menyentuh kebutuhan para kelompok tani pasca-peresmian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....