Jadi Tabungan Air, Waduk Jlantah Pasok Air Baku 150 Liter/Detik
- 11 Jul 2026 00:37 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Beroperasinya Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar diproyeksikan menjadi solusi paling strategis dalam menghadapi ancaman bencana kekeringan akibat prediksi kemarau panjang. Bendungan ini akan berfungsi sebagai bak tampungan air raksasa yang menampung debit air hujan melimpah untuk dirilis secara terukur saat musim kering tiba.
Selain menjamin pasokan air untuk sektor pertanian, bendungan ini juga disiapkan untuk memasok kebutuhan air baku domestik masyarakat sebesar 150 liter per detik. Alokasi air bersih ini nantinya akan dibagi untuk menopang kebutuhan di tiga wilayah kecamatan yang rawan krisis air bersih.
"Kecamatan Jumapolo itu kurang lebih di 90 liter per detik. Kemudian Jatiyoso di 10 liter per detik, dan Jatipuro di 50 liter per detik," ujar Kepala BBWS Bengawan Solo Gatot Bayuaji, Jumat 10 Juli 2026.
Gatot mengibaratkan keberadaan bendungan ini layaknya tabungan uang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Jika daerah tidak memiliki tabungan air yang memadai, maka pemerintah tidak akan bisa menyalurkan bantuan air ke wilayah bawah saat sungai-sungai mulai mengering.
"Kalau kita di kehidupan sehari-hari kita punya tabungan Pak. Nah, tabungan air kita di bendungan ini," kata Gatot Bayuaji.
Kendati potensi air baku sudah siap dilepaskan dari bendungan, lanjut Gatot, pemanfaatan secara langsung untuk konsumsi rumah tangga saat ini belum bisa berjalan. BBWS Bengawan Solo masih harus melakukan koordinasi teknis dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya serta Perumda Air Minum daerah terkait instalasi pipa.
"Arahan khusus dari Menteri Pekerjaan Umum dan Presiden RI juga menekankan agar kami mengutamakan pemenuhan air untuk sektor pertanian terlebih dahulu. Regulasi pengaturan pintu air akan kita awasi agar cadangan air di dalam waduk tetap aman sepanjang tahun," ucapnya.
Melalui manajemen rilis air yang ketat, dampak buruk fenomena El Nino di sektor pertanian Karanganyar diyakini bisa ditekan seminimal mungkin. Ketersediaan air baku ini sekaligus diharapkan meningkatkan derajat kesehatan dan sanitasi warga pedesaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....