Pemkot Solo Kampanyekan Program KB Lewat Pentas Wayang Orang Sriwedari

  • 09 Jul 2026 17:09 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta memanfaatkan seni pertunjukan Wayang Orang Sriwedari sebagai media sosialisasi program Keluarga Berencana (KB) melalui pementasan lakon "Katresnan Wurung". Pementasan yang digelar di Gedung Kesenian Wayang Orang Sriwedari pada Jumat 10 Juli 2026 itu juga melibatkan Wakil Wali Kota Surakarta bersama jajaran pemerintah kota sebagai pemain.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengatakan pendekatan budaya dipilih untuk menyampaikan pesan pembangunan keluarga kepada masyarakat. Menurutnya, isu pernikahan usia muda hingga kesiapan menjadi orang tua masih menjadi perhatian di Kota Surakarta.

"Wayang orang kegiatan DP3AP2KB yaitu salah satu pendekatan sosialisasi program keluarga berencana mengingat banyak isu pernikahan muda di Kota Solo. Kemudian kemarin juga ada beberapa kasus orang tua yang belum siap punya anak sehingga ada korban dibuang dan lain sebagainya," katanya saat ditemui di Balai Kota Surakarta, Kamis 9 Juli 2026.

Astrid menilai penyampaian pesan melalui seni pertunjukan akan lebih mudah diterima masyarakat. Selain melestarikan budaya, pementasan tersebut juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang berkualitas.

"Jadi saya kira ini menjadi pendekatan budaya yang bagus, nanti bisa lebih dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Pementasan mengangkat lakon "Katresnan Wurung" yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan tentang komunikasi, tanggung jawab, dan pentingnya perencanaan dalam membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera. Tema tersebut dipilih karena dinilai relevan dengan upaya penguatan program keluarga berencana.

Sebelum pementasan, Astrid bersama lima camat se-Kota Surakarta dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta mengikuti serangkaian latihan bersama para seniman Wayang Orang Sriwedari. Latihan meliputi pendalaman karakter, dialog, olah gerak, hingga penghayatan cerita agar pesan yang disampaikan dapat diterima masyarakat.

Keterlibatan jajaran Pemerintah Kota Surakarta dalam pementasan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian Wayang Orang Sriwedari sebagai salah satu identitas budaya Kota Solo. Melalui kolaborasi seni dan program pembangunan, pemerintah berharap pesan tentang keluarga berkualitas dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....