Kejari Boyolali Tekankan Peran Keluarga Cegah Kenakalan Anak
- 07 Jul 2026 06:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Suakarta— Keluarga dinilai menjadi benteng utama dalam mencegah anak terjerumus ke dalam kenakalan remaja maupun tindak pidana. Hal itu mengemuka dalam program Jaksa Menyapa hasil kerja sama LPP RRI Surakarta dengan Kejaksaan Negeri Boyolali pada Rabu, 1 Juli 2026 yang membahas tema Pencegahan Kenakalan dan Tindak Pidana Anak.
Hadir sebagai narasumber, Kasubsi II Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Boyolali Fery Oktafianto, S.H., Penelaah Penuntutan dan Penegakan Hukum (Calon Jaksa Ahli Pertama) Bagas Putranto, S.H., serta Penelaah Penuntutan dan Penegakan Hukum (Calon Jaksa Ahli Pertama) Narita Cesa Astina, S.H.
Fery Oktafianto menjelaskan bahwa kasus anak yang berhadapan dengan hukum sebenarnya bukan fenomena baru. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat berbagai kasus lebih mudah terekspos sehingga seolah-olah jumlahnya terus meningkat.
Berbagai bentuk kenakalan remaja yang banyak ditemui antara lain tawuran, bullying, penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga kekerasan seksual. Dalam penanganannya, anak tetap dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan hukum, namun prosesnya mengacu pada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) yang mengedepankan pendekatan pembinaan.
Bagas Putranto menjelaskan bahwa salah satu mekanisme yang diutamakan adalah diversi, yakni penyelesaian perkara di luar pengadilan apabila memenuhi syarat tertentu, seperti ancaman pidana di bawah tujuh tahun dan bukan pengulangan tindak pidana. Diversi bertujuan mencapai perdamaian antara korban dan pelaku sekaligus menghindarkan anak dari proses pemidanaan.
Selain aspek hukum, para narasumber menyoroti berbagai faktor yang menyebabkan anak berhadapan dengan hukum. Faktor internal meliputi kondisi psikologis yang belum stabil, rendahnya kemampuan mengendalikan emosi, serta kurangnya pemahaman terhadap konsekuensi tindakan. Sementara faktor eksternal berasal dari lingkungan keluarga, pergaulan, hingga pengaruh media sosial.
Menurut Bagas, lingkungan keluarga memegang peranan sangat besar dalam membentuk karakter anak."Jadi untuk faktor yang mempengaruhi anak kenapa anak itu bisa berurusan dengan hukum ada dari faktor internal dan faktor eksternal," ujarnya.
Sementara itu, Fery menilai komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama pencegahan. Ia mengingatkan orang tua untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga aktif mengetahui aktivitas dan persoalan yang dihadapi anak sehari-hari. "Yang paling sering terjadi itu komunikasi. Coba bangun komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak," katanya.
Pembahasan juga menyoroti tantangan era digital. Menurut para narasumber, media sosial dapat menjadi pintu masuk berbagai konten negatif, mulai dari kekerasan hingga judi online. Karena itu, orang tua diminta ikut memahami perkembangan teknologi agar mampu mengawasi penggunaan gawai oleh anak.
Narita Cesa Astina menambahkan bahwa pengawasan harus dibarengi dengan keteladanan di lingkungan keluarga. Orang tua juga perlu mengenalkan aturan hukum sejak dini agar anak memahami batasan antara perilaku yang benar dan yang melanggar hukum.
"Sebagai orang tua jadilah role model yang baik pada anak-anak, karena sejatinya benteng anak itu yang pertama keluarga," ujar Narita Cesa Astina.
Dalam kesempatan tersebut, Fery juga mengingatkan bahwa apabila anak telah memasuki usia tertentu, konsekuensi hukum tetap dapat dikenakan sehingga peran keluarga tidak boleh diabaikan."Pesan saya untuk orang tua, tetap awasi anak, ajari tanggung jawab. Karena dalam aturan anak yang sudah berumur 14 tahun bisa dikenakan pidana penjara," ucap Fery Oktafianto.
Melalui program tersebut, Kejaksaan Negeri Boyolali juga membuka kesempatan bagi sekolah, komunitas, maupun masyarakat yang ingin memperoleh penyuluhan hukum. Para narasumber berharap upaya pencegahan kenakalan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi dilakukan secara bersama-sama oleh keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat demi menciptakan generasi yang sadar hukum dan berkarakter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....