Respati Batasi Sampah Organik Masuk Putri Cempo, Warga Diminta Pilah dari Rumah

  • 07 Jul 2026 14:59 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta segera menerapkan kebijakan pembatasan sampah organik yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi timbunan sampah sekaligus menghentikan praktik open dumping di TPA Putri Cempo.

Hal itu disampaikan Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Kota Surakarta, Senin 6 Juli 2026. Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai dasar pelaksanaan kebijakan tersebut.

"Kami akan melakukan pembatasan sampah organik yang masuk ke TPA. Intinya masyarakat harus memilah sampah dan mengolahnya secara mandiri. Sebisa mungkin TPA digunakan hanya untuk sampah residu yang memang sudah tidak bisa diolah lagi. Perwalinya akan segera dijalankan setelah FGD dan menerima masukan dari masyarakat," ujar Respati.

Respati mengatakan, Pemkot Surakarta juga menyiapkan dukungan pengelolaan sampah berbasis wilayah agar masyarakat lebih mudah mengolah sampah organik dari sumbernya. Skema tersebut nantinya didukung melalui anggaran di tingkat kelurahan.

"Kami juga mendorong nanti adanya anggaran di setiap kelurahan untuk pengolahan mandiri. Saat ini mekanismenya sedang disiapkan dan akan segera diterapkan di kewilayahan," katanya.

Ia menjelaskan, pembatasan sampah organik merupakan salah satu langkah yang harus ditempuh Pemerintah Kota Surakarta setelah mendapat sanksi terkait pengelolaan TPA dengan sistem open dumping. Karena itu, pembenahan pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

"Kami sudah mendapatkan sanksi terkait open dumping. Karena itu kami serius melakukan pembenahan. Saat ini juga sedang dilakukan land clearing dan penataan landfill. Harapannya ke depan TPA Putri Cempo tidak lagi menggunakan sistem open dumping," tegasnya.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berharap volume sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo dapat ditekan, sementara pengelolaan sampah organik semakin banyak dilakukan di tingkat rumah tangga maupun lingkungan, sehingga tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....