PINSAR Boyolali, Gerakan Pangan Murah Bantu Serap Telur

  • 05 Jul 2026 20:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Pemkab Boyolali bersama Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Boyolali menggelar Gerakan Pangan Murah pada Selo Art Festival (SAF) 2026 di kawasan Simpang Pakubuwono, Selo, Sabtu 04 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi upaya membantu penyerapan telur ayam ras sekaligus meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat. Namun, PINSAR menegaskan kegiatan serupa belum mampu menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi peternak, yakni anjloknya harga di tingkat kandang.

Ratusan kilogram telur ayam ras yang dijual langsung oleh peternak habis diserbu masyarakat. Tingginya antusiasme warga memberi tambahan penyerapan produksi di tengah merosotnya harga telur di tingkat peternak.

Ketua PINSAR Boyolali, drh. Krishandrika Immanuel Raharjo, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Boyolali yang telah menyediakan stan gratis bagi peternak untuk memasarkan hasil produksinya.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali, khususnya dinas terkait, yang telah memfasilitasi peternak melalui penyediaan stan gratis. Kegiatan seperti ini sangat membantu meningkatkan daya serap telur di masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi bahwa telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang murah, bergizi, dan mudah dijangkau masyarakat," ujarnya.

Menurut Krishandrika, Gerakan Pangan Murah menjadi langkah positif karena mempertemukan peternak secara langsung dengan konsumen. Namun, pemerintah diharapkan tidak hanya hadir ketika harga sudah terlanjur jatuh.

"Kami berharap pemerintah tidak hanya hadir sebagai pemadam kebakaran ketika harga sudah jatuh. Yang dibutuhkan peternak adalah langkah antisipatif sehingga gejolak harga dapat dicegah sejak awal," katanya.

Ia mengungkapkan, harga telur ayam ras di tingkat peternak dalam beberapa waktu terakhir sempat anjlok hingga sekitar Rp16.500 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram. Kondisi tersebut membuat banyak peternak merugi karena harga jual tidak lagi mampu menutup biaya produksi.

Tak hanya peternak ayam petelur, tekanan juga dirasakan peternak ayam pedaging. Harga ayam hidup (live bird) di tingkat peternak dilaporkan hanya berkisar Rp14.000 per kilogram, jauh di bawah harga psikologis Rp19.500 per kilogram yang sebelumnya difasilitasi Kementerian Pertanian sebagai batas minimal agar usaha peternak tetap berjalan.

Di saat harga jual terus melemah, biaya produksi justru meningkat. Harga jagung sebagai bahan baku utama pakan kini berada di kisaran Rp6.700-Rp7.000 per kilogram. Sementara harga meat bone meal (MBM) mencapai sekitar Rp13.000 per kilogram dan soybean meal sekitar Rp9.000 per kilogram. Bahkan, dalam periode Mei hingga Juni, sejumlah pakan pabrikan mengalami kenaikan harga beberapa kali.

"HPP naik, tetapi harga penjualan hancur. Kondisi ini sangat mencekik peternak rakyat," tegasnya. Krishandrika menilai keberlangsungan peternak rakyat tidak hanya menyangkut nasib pelaku usaha, tetapi juga berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional. Tanpa kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan harga dari hulu hingga hilir, target swasembada protein hewani dinilai akan sulit diwujudkan.

"Impian swasembada protein jangan sampai hanya menjadi slogan. Kalau peternak rakyat tidak diselamatkan, maka keberlanjutan produksi telur dan daging ayam nasional juga akan ikut terancam," ujarnya.

Karena itu, PINSAR Boyolali mendorong pemerintah pusat maupun daerah memperkuat stabilisasi harga secara menyeluruh, mulai dari pengawasan HAP, pengendalian harga bahan baku pakan, penyerapan hasil produksi peternak, hingga kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan peternak rakyat.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Boyolali yang juga sebagai Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Ahmad Gojali, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen terus menggandeng PINSAR Boyolali dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemkab setempat. (Kisno/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....