Pemerintah Desa Batan Boyolali Terjunkan Drone untuk Penyemprotan Hama Wereng

  • 23 Jul 2026 11:16 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Pemerintah Desa (Pemdes) Batan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, bergerak cepat mengantisipasi meluasnya serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC) yang merusak areal persawahan warga.

Penanganan darurat ini dilakukan untuk menekan tingkat kerusakan tanaman padi yang kian parah hingga mengancam petani dari risiko gagal panen total. Langkah konkret yang diambil Pemdes Batan adalah dengan memfasilitasi Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama menggunakan teknologi drone penyemprot secara serentak pada Rabu, 22 Juli 2026.

Upaya ini menyasar tanaman padi berumur satu bulan hingga yang siap bulir, mengingat metode penyemprotan manual dinilai kurang efektif dan membuat hama sekadar berpindah ke petak lain.

Kepala Desa Batan, Heru Waluyo, menjelaskan bahwa dari total sembilan hektar lahan terdampak di desa tersebut, kerugian dan tingkat kerusakan paling parah tercatat di kawasan sebelah barat kantor desa. Di lokasi tersebut, kondisi tanaman padi sudah tidak dapat dipanen.

"Kalau kena hama wereng itu sudah pasti jatuh, pasti gagal panen. Di sebelah barat kantor desa itu kerusakannya parah, ibaratnya kita menanam sudah tidak ada hasil. Makanya kita berupaya semaksimal mungkin mengupayakan penyemprotan ini, jangan sampai wabah merambah ke tempat lain," kata Heru Waluyo.

Sebagai langkah antisipasi dan penyelamatan, Pemdes Batan mengalokasikan anggaran subsidi penyemprotan sebesar Rp500.000 per hektar yang mencakup kebutuhan obat hingga operasional drone. Dari total luasan yang ada, diperkirakan sekitar lima hingga enam hektar lahan yang berisi tanaman muda masih berpotensi untuk diselamatkan melalui perawatan intensif.

Heru menegaskan bahwa pihak Pemerintah Desa bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Banyudono tidak hanya berhenti pada penyemprotan satu hari saja, namun akan terus memantau perkembangan kondisi sawah hingga pertengahan bulan ke depan.

"Harapan untuk ke depannya, kita bersama warga masyarakat petani ingin hasil dari pertanian ini bisa maksimal. Kita ini sedang menjalankan salah satu program ketahanan pangan, jangan sampai gagal. Nanti setengah bulan ke depan akan kita pantau perkembangannya, kalau ada yang lebih ekstrem tentu kita koordinasikan lagi dengan BPP Pertanian," katanya menambahkan. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....