PINSAR Boyolali Berharap Pemerintah Bantu Stabilisasi Harga Telur dan Ayam
- 05 Jul 2026 22:42 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bersama Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Boyolali menggelar Gerakan Pangan Murah pada Selo Art Festival 2026 di kawasan Simpang Pakubuwono, Samiran, Selo pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Gerakan Pangan Murah ini diadakan sebagai upaya membantu penyerapan telur ayam ras sekaligus meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat. Terlihat ratusan kilogram telur ayam ras yang dijual langsung oleh peternak habis diserbu masyarakat.
Tingginya antusiasme warga dianggap memberi tambahan penyerapan produksi di tengah merosotnya harga telur di tingkat peternak, meskipun belum mampu menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi peternak, yakni anjloknya harga di tingkat kandang.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali, khususnya dinas terkait, yang telah memfasilitasi peternak melalui penyediaan stand gratis. Kegiatan seperti ini sangat membantu meningkatkan daya serap telur di masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi bahwa telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang murah, bergizi, dan mudah dijangkau masyarakat," kata Ketua PINSAR Boyolali, Krishandrika Immanuel Raharjo.
Ditambahkan Krishandrika Immanuel Raharjo juga bahwa Gerakan Pangan Murah menjadi langkah positif karena mempertemukan peternak secara langsung dengan konsumen. Namun, pemerintah diharapkan tidak hanya hadir ketika harga sudah terlanjur jatuh saja.
"Kami berharap pemerintah tidak hanya hadir sebagai pemadam kebakaran ketika harga sudah jatuh, yang dibutuhkan peternak adalah langkah antisipatif sehingga gejolak harga dapat dicegah sejak awal," katanya menambahkan.
Dari data yang dimiliki PINSAR Boyolali, harga telur ayam ras di tingkat peternak dalam beberapa waktu terakhir sempat anjlok hingga sekitar Rp16.500 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.
Kondisi itu membuat banyak peternak merugi karena tidak lagi mampu menutup biaya produksi. Kerugian pun tidak hanya diterima peternak ayam petelur saja, melainkan juga peternak ayam pedaging.
Harga ayam hidup (live bird) di tingkat peternak dilaporkan hanya berkisar Rp14.000 per kilogram, jauh di bawah harga psikologis Rp19.500 per kilogram yang sebelumnya difasilitasi Kementerian Pertanian sebagai batas minimal agar usaha peternak tetap berjalan.
Di tengah harga jual yang meluncur tajam jatuh, biaya produksi justru meningkat. Harga jagung sebagai bahan baku utama pakan kini berada dikisaran Rp6.700-Rp7.000 per kilogram.
Sementara harga meat bone meal (MBM) mencapai sekitar Rp13.000 per kilogram dan soybean meal sekitar Rp9.000 per kilogram. Dalam periode Mei hingga Juni 2026, sejumlah pakan pabrikan mengalami kenaikan harga beberapa kali.
PINSAR Boyolali mendorong Pemerintah Pusat maupun daerah memperkuat stabilisasi harga secara menyeluruh, mulai dari pengawasan HAP, pengendalian harga bahan baku pakan, penyerapan hasil produksi peternak, hingga kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan peternak rakyat. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....