Makan Telur Setiap Hari, Apakah Berbahaya untuk Jantung? Ini Penjelasannya
- 28 Jun 2026 05:12 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Telur sering menjadi bahan perdebatan karena kandungan kolesterolnya yang cukup tinggi. Satu butir telur berukuran besar mengandung sekitar 185 miligram kolesterol. Tak sedikit orang kemudian memilih membatasi konsumsi telur karena khawatir dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dilansir dari Health.com, bagi sebagian besar orang yang sehat, mengonsumsi telur dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang tidak terbukti meningkatkan kadar kolesterol darah maupun risiko penyakit jantung.
Meski demikian, pengaruh telur terhadap tekanan darah masih menjadi bahan penelitian. Sejumlah studi menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Penelitian pada 2025 menemukan bahwa konsumsi telur setiap hari dalam pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) tidak memperburuk tekanan darah maupun indikator kesehatan jantung lainnya.
Di sisi lain, beberapa penelitian juga menemukan bahwa konsumsi telur dalam jumlah tinggi berkaitan dengan meningkatnya risiko hipertensi pada kelompok tertentu. Karena itu, bagi penderita tekanan darah tinggi, konsumsi telur sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing dan dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Sementara itu, terkait kolesterol, para peneliti menjelaskan bahwa tubuh memiliki mekanisme alami untuk menjaga keseimbangannya. Saat seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol, hati biasanya akan mengurangi produksi kolesterol sehingga kadar kolesterol dalam darah tidak selalu meningkat secara signifikan.
Penelitian lain bahkan menunjukkan bahwa konsumsi dua butir telur setiap hari dalam pola makan rendah lemak jenuh tidak meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL. Faktor yang lebih berpengaruh terhadap peningkatan kolesterol justru adalah tingginya konsumsi lemak jenuh dari makanan seperti daging olahan, mentega, dan makanan berlemak lainnya.
Beberapa penelitian menemukan bahwa telur dapat meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL. Kondisi ini membantu menjaga keseimbangan rasio LDL dan HDL yang menjadi salah satu indikator penting dalam menilai risiko penyakit kardiovaskular.
Meski aman bagi sebagian besar orang, konsumsi telur tetap perlu diperhatikan pada kelompok tertentu, seperti penderita diabetes, penyakit jantung, maupun hiperkolesterolemia familial, yaitu kondisi kolesterol tinggi yang dipengaruhi faktor genetik. Kelompok ini disarankan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan jumlah konsumsi telur yang sesuai.
Tak hanya mengandung protein berkualitas tinggi, telur juga kaya vitamin B12, vitamin D, selenium, serta kolin yang berperan penting dalam menjaga fungsi otak dan kesehatan hati. Karena itu, selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan menjadi bagian dari pola makan sehat, telur tetap dapat menjadi pilihan sumber protein yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. (Hil)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....