UMKM Solo Tetap Tangguh di tengah Ketidakpastian Ekonomi

  • 11 Jun 2026 16:03 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID - Surakarta : Di tengah berbagai tantangan ekonomi, mulai dari perubahan daya beli masyarakat, persaingan pasar yang semakin ketat hingga disrupsi teknologi digital, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM di Kota Surakarta dituntut untuk terus beradaptasi. Pemerintah daerah bersama pelaku usaha pun terus memperkuat strategi agar UMKM tetap tumbuh dan naik kelas.

Pemerintah Kota Surakarta mencatat perkembangan positif sektor UMKM. Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Surakarta, Agung Riyadi, mengatakan jumlah pelaku UMKM yang terdata saat ini mencapai lebih dari 18 ribu unit usaha.

Tidak hanya bertambah dari sisi jumlah, UMKM juga mengalami peningkatan dalam aspek legalitas usaha, sertifikasi halal, pemasaran digital, hingga akses pembiayaan.

“Pemerintah Kota Surakarta terus mendorong program pendampingan melalui UMKM Center agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing, “ ungkap Agung Riyadi dalam dialog interaktif di RRI Rabu 10 Juni 2026.

Di sisi lain, pelaku usaha juga dituntut untuk terus berinovasi. Owner Rafani Batik Surakarta, Indri Yanti, mengungkapkan bahwa mempertahankan kualitas produk dan mengikuti perkembangan pasar menjadi kunci utama agar usaha tetap bertahan.

Usaha batik yang dirintis sejak tahun 2000 itu terus beradaptasi dengan menghadirkan desain yang lebih modern dan sesuai selera generasi muda. Selain memanfaatkan media sosial dan platform digital, pelaku UMKM juga aktif mengikuti pameran, bazar, hingga kegiatan promosi yang difasilitasi pemerintah.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen Universitas AUB Surakarta, Agung Utomo, menilai UMKM di Solo menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, stabilitas daya beli masyarakat dan berbagai program pendampingan pemerintah menjadi faktor penting yang menjaga keberlangsungan usaha.

“ Pelaku UMKM perlu menerapkan strategi yang tepat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, di antaranya menjaga kualitas produk, mengelola harga secara bijak, memperkuat pemasaran digital, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, “ungkap Agung Utomo .

Pemerintah Kota Surakarta juga terus memperluas akses pelatihan, legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga bantuan peralatan produksi guna mendorong UMKM naik kelas dan menciptakan lapangan kerja baru.

ketangguhan, inovasi, dan kolaborasi menjadi kunci utama bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi. Dengan dukungan pemerintah dan semangat pelaku usaha, UMKM diharapkan tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah sekaligus penggerak kesejahteraan masyarakat. (Lidia)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....