Kisah Sukses UMKM Perempuan Solo Gusti Ian, Bawa Kebaya "Mbok Dhe" ke Panggung Asia
- 08 Jun 2026 18:34 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemilik usaha fashion tradisional Kebaya Mbok Dhe asal Kota Surakarta, Gusti Ian, sukses mengembangkan bisnis warisan budaya lokal dari skala rumahan hingga memiliki kios mandiri. Langkah kebangkitan pascapandemi yang dimulai sejak tahun 2022 ini berhasil diwujudkan melalui dukungan akses permodalan dan pendampingan berkelanjutan dari lembaga keuangan inklusif Amartha.
Gusti Ian menceritakan, perjalanan awal usahanya yang dirintis sejak tahun 2007 sempat menghadapi pandangan skeptis dari lingkungan sekitar karena kebaya kerap dianggap busana kuno. Namun, berkat kucuran modal produktif yang bertahap mulai dari 4 juta rupiah hingga kini mencapai 13 juta rupiah, keterbatasan perlengkapan usaha dan display toko dapat teratasi dengan profesional.
“Sejak mulai menekuni dunia fashion tradisional pada 2007, misi saya adalah membuktikan bahwa kebaya bukan hanya pakaian masa lalu, tetapi juga warisan budaya yang tetap relevan, anggun, dan dapat menjadi bagian dari gaya hidup perempuan masa kini. Dukungan permodalan dari Amartha sangat membantu saya membeli berbagai kebutuhan usaha seperti etalase, patung display, hanger, serta perlengkapan untuk menata produk secara lebih profesional,” kata Gusti Ian dalam pers rilis yang diterima RRI, Senin 8 Juni 2026.
Akses pembiayaan tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan aset dan ekspansi fisik komoditas dagang milik pengusaha perempuan Surakarta ini. Kebaya Mbok Dhe kini telah resmi mengoperasikan kios pameran fisik yang berlokasi di kawasan strategis Pasar Triwindu, Surakarta, guna mempermudah pelanggan melihat dan mencoba pakaian secara langsung.
Penataan manajemen yang rapi juga mendorong Gusti Ian meluaskan sayap pemasaran digital ke ranah media sosial demi menjaring segmen pasar yang lebih luas. Penguatan ekosistem niaga ini dinilai sangat efektif dalam membangun fondasi kesehatan finansial keluarga serta mendukung pengembangan bisnis fashion jangka panjang.
“Kehadiran kios menjadi langkah penting bagi Kebaya Mbok Dhe karena pelanggan dapat melihat, mencoba, dan memesan kebaya secara langsung dengan lebih nyaman di Pasar Triwindu. Berkat akses pembiayaan dari Amartha, saya juga mampu menerima pesanan dari sosial media, di mana keuntungan usaha ini dapat dikelola kembali untuk kebutuhan produktif dan pengembangan bisnis,” ujar Gusti Ian.
Pertumbuhan bisnis yang pesat secara otomatis memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi akar rumput di lingkungan tempat tinggal sang perajin. Gusti Ian kini memberdayakan delapan orang penjahit lokal untuk memenuhi puluhan pesanan berkala, yang sukses mendatangkan omset bulanan hingga mencapai tiga puluh juta rupiah.
Kepercayaan pasar terhadap kualitas jahitan Kebaya Mbok Dhe juga terus meluas hingga ke mancanegara, seperti Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa. Eksistensi busana tradisional ini kian kokoh di pasar nasional setelah sejumlah figur publik dan artis tanah air kedapatan menggunakan karya pakaian lokal tersebut.
“Kebaya Mbok Dhe kini berkembang menjadi brand kebaya yang dikenal oleh pelanggan dari berbagai daerah dan mancanegara, sehingga saya tidak lagi mengerjakan seluruh proses produksi sendiri. Saat ini, delapan penjahit lokal di sekitar tempat tinggal turut terlibat dalam membantu memenuhi permintaan pelanggan yang mencapai puluhan pesanan setiap bulan, dengan rata-rata omset hingga tiga puluh juta rupiah per bulan,” ucapnya.
Kisah inspiratif perjuangan kaum perempuan Surakarta dalam melestarikan budaya ini turut membawa Kebaya Mbok Dhe hadir dalam ajang internasional The 2026 Asia Grassroots Forum. Manajemen Amartha menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ribuan UMKM perempuan sejenis di perdesaan demi mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Harapan ke depan saya ingin membuka toko yang lebih luas dan mempekerjakan lebih banyak orang, khususnya perempuan di sekitar tempat tinggal. Bagi saya, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuan untuk membuka peluang dan lapangan kerja bagi orang lain,” ujar Gusti Ian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....