Memperkuat UMKM Hadapi Tantangan Ekonomi

  • 11 Jun 2026 01:15 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Untuk memperkuat usaha mikro kecil menengah (UMKM) diera saat ini tentu menghadapi tantangan ekonomi yang serius dan menjadi PR atau pekerjaan rumah tersendiri. Terlebih dengan kondisi harga bahan naik, daya beli turun dan saingan online semakin menggila.

Menyikapi hal itu seperti pada komentar pagi pada bulletin Warta Pagi RRI Surakarta yang disampaikan editor rri.co.id Agus Yoga Kamis (11 Juni 2026) supaya UMKM tetap kuat dan tidak tumbang tentunya ada beberapa strategi seperti : pondasi harus diperkuat. Maksudnya cashflow dan musuh utama UMKM yakni tidak mengetahui lari duitnya kemana. Sehingga kejadian tersebut harus dihindari.

Selain itu tegas Agus Yoga, harus berkomitmen dengan penggunaan keuangan, maksudnya harus terpisah antara rekening usaha dengan rekening pribadi. Manajemennya cukup simple dan mudah bahkan tidak memerlukan aplikasi yang rumit. Cukup catat berapa beli serta utang piutang ke siapa. Serta mempunyai dana darurat atau sisihkan 10% profit setiap bulannya. Langkah tersebuat sebagai antisipasi saat sepi pembeli.

Strategi lain dikatan Agus, meski tidak selalu terealisasi dengan baik yakni dengan jalur digital. Mengingat tidak semua UMKM harus menjadi “raja TikTok”. Kuncinya: jemput bola ke tempat pembeli. Gunakan WA Business dan katalog: Gratis, pembeli Solo dan sekitar langsung bisa pesen tanpa ribet.

Selain itu pelaku UMKM jangan mengambil resiko dengan perang harga. Jika semua nurunkan harga, yang menang cuma pembeli. Sehingga pelaku UMKM harus menggantii strateginya ke “kualitas” dan memberi bonus serta memberi ucapan terimakasih, dampaknya loyalitas konsumen akan terbina.

Tak dapat dipungkiri kolaborasi juga sebagai modal kompetisi. Berkeyakinan, UMKM akan terseyok menjalan usahanya jika berjalan sendirin. Sehingga sebaiknya bergabung dengan komunitas.

Tak luput pelaku UMKM harus tahan banting, kuat mental dan skill.

“Ekonomi naik-turun sesuatu hal yang wajar dan pasti terjadi. UMKM yang selamat bukan yangmempunyai modal yang besar, namun pelaku UMKM yang paling cepet beradaptasi, paling deket dengan pelanggan,’ pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....