Pemkot Surakarta Mulai Tempel 10.018 Stiker Penerima Bansos
- 03 Jun 2026 14:28 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta mulai melakukan penempelan stiker pada rumah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial secara serentak di 54 kelurahan, Rabu 3 Juni 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperbarui data kemiskinan sekaligus memastikan bantuan pemerintah tersalurkan tepat sasaran.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengatakan penempelan stiker dilakukan sebagai tindak lanjut pemadanan data Electronic Information Card (EIC) dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah tersebut bertujuan menciptakan satu basis data yang menjadi acuan berbagai program bantuan sosial.
“Hari ini resmi secara serentak dalam rangka program penanggulangan kemiskinan di wilayah Kota Surakarta. Ada lima kecamatan yang melaksanakan penempelan stiker secara serentak,” katanya usai melakukan penempelan stiker di kelurahan Mojosongo.
Ia menjelaskan pembaruan data diperlukan agar seluruh program penanggulangan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif. Data yang valid juga akan memudahkan pemerintah dalam menentukan bentuk intervensi yang dibutuhkan masyarakat.
“Ini merupakan komitmen kami dalam rangka memperbaharui data sekaligus implementasi bagaimana program penanggulangan kemiskinan bisa dijalankan dengan tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Astrid, keluarga yang telah masuk dalam data DTSEN berhak memperoleh berbagai bentuk bantuan dan perlindungan sosial dari pemerintah. Karena itu, validitas data menjadi aspek yang sangat penting.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Surakarta, Samsu Tri Wahyudin, mengatakan pada tahap pertama pihaknya mencetak 10.018 stiker untuk didistribusikan ke seluruh kelurahan di Kota Solo. “Hari ini kita cetak 10.018 stiker dan kita distribusikan ke 54 kelurahan,” katanya.
Ia menjelaskan masih terdapat sekitar 7.000 keluarga penerima manfaat yang akan mendapatkan stiker pada tahap berikutnya. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Masih ada 7.000-an KPM yang nanti akan menerima stiker juga,” ujarnya.
Samsu berharap program penempelan stiker dapat membantu pemerintah memperoleh data kemiskinan yang lebih akurat sekaligus mendukung ketepatan sasaran berbagai program bantuan sosial di Kota Surakarta. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....