BPBD Karanganyar Salurkan Bansos Rp570 Juta untuk 322 Korban Bencana

  • 13 Mei 2026 22:46 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar menyerahkan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp570,2 juta bagi warga terdampak bencana alam. Bantuan tersebut menyasar 322 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami musibah selama periode bulan Maret hingga April 2026 di berbagai wilayah kecamatan.

Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, merinci bantuan diberikan kepada korban terdampak tanah longsor, kebakaran, angin puting beliung, hingga dampak hujan ekstrem. Penyaluran bantuan dibagi menjadi tiga kategori yakni kerusakan berat, sedang, dan ringan sebagai wujud perhatian pemerintah daerah dalam membantu pemulihan warga.

“Kita menyerahkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak bencana alam periode Maret dan April sebanyak 322 KK dengan jumlah keseluruhan 570 juta rupiah,” ujar Hendro Prayitno, Rabu 13 Mei 2026.

Hendro menambahkan penyerahan dana stimulan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi para korban agar mereka memiliki semangat kembali dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Berdasarkan data distribusi, Kecamatan Karangpandan menjadi wilayah penerima terbanyak dengan total 123 KK, disusul wilayah Kecamatan Karanganyar sebanyak 81 KK.

“Pemberian bantuan ini adalah wujud perhatian Pemkab Karanganyar untuk ngenteng-ngentengi warga biar semangat kembali dalam kehidupan sehari-harinya,” ucapnya.

Memasuki masa peralihan cuaca, BPBD juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mulai mewaspadai datangnya musim kemarau meskipun hujan sesekali masih terjadi. Warga diminta untuk tidak membakar sampah sembarangan guna mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan, serta mulai bijak dalam menggunakan air bersih seiring dengan menurunnya debit air di beberapa wilayah.

Hendro menegaskan meskipun wilayah lereng Gunung Lawu masih memiliki cadangan air yang cukup, warga di wilayah perkotaan mulai merasakan kendala pasokan air bersih.

"Kami terus melakukan monitoring di titik-titik rawan kekeringan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama puncak musim kemarau mendatang," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....