Isu Beras Bansos Rusak Dimakan Tikus, Eks Plt Lurah Sragen Kulon Buka Suara
- 03 Jun 2026 14:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN — Beredar isu di media sosial dan kalangan warga mengenai adanya beras bantuan sosial (bansos) untuk keluarga miskin yang rusak akibat dimakan tikus di gudang Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen Kota. Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan, terdapat sejumlah sak beras berukuran 10 kilogram (kg) yang mengalami kerusakan akibat binatang pengerat tersebut.
"Kemasannya itu rusak, ada bekas didodos tikus mas, tidak layak," ucap salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya, Rabu 3 Juni 2026.
Menanggapi kabar yang beredar, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Sragen Kulon, Yuni Kusumawati, langsung memberikan klarifikasi dan membantah narasi negatif tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi beras di gudang dalam keadaan aman dan meminta masyarakat tidak berspekulasi tanpa konfirmasi.
"Terkait hal itu sudah positif jelas. Sebanyak 125 sak beras yang hari ini masih ada, ya wajar toh itu tidak diodos-odos (dirusak) tikus. Itu karena barang reject, artinya nanti tetap harus diganti," ujar Yuni saat dikonfirmasi, Rabu.
Yuni menjelaskan, dari total logistik yang masuk, sebelumnya memang ditemukan delapan sak beras dan 10 kemasan minyak goreng yang mengalami kerusakan. Namun, pihak kelurahan bergerak cepat dengan menandatangani berita acara pengembalian ke Perum Bulog.
"Saya sudah tanda tangan itu, dikembalikan ke Bulog dan Bulog telah menggantikan yang baru. Barang pengganti sudah datang dan sudah tersalurkan," kata dia menjelaskan.
Sementara untuk sisa 125 sak beras yang saat ini masih berada di gudang, Yuni menyebutkan hanya ada tiga sak yang mengalami kerusakan minor pada bagian jahitan, bukan karena hama tikus. Kerusakan tersebut dinilai wajar karena faktor teknis saat proses bongkar muat transportasi.
"Hanya ada tiga yang kondisinya rusak. Rusak itu kan bentuknya jahitan, dedel di depan. Itu sesuatu yang wajar karena diturunkan dan diangkut dari truk. Kemarin ada tiga truk. Bisa jadi karena faktor teknis tenaga angkut di lapangan. Yang terpenting poinnya tetap mendapatkan ganti (diijoli) yang baru dari Bulog," ujarnya.
Yuni meminta masyarakat untuk tidak khawatir mengenai sisa beras yang ada di gudang kelurahan. Ia menjamin 125 sak beras tersebut tetap akan disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang benar-benar berhak dan masuk dalam kategori keluarga miskin.
Penyaluran bantuan ini pun dipastikan melewati verifikasi yang ketat. Warga penerima harus membawa surat pengantar dari RT/RW, melampirkan Kartu Keluarga (KK) dan KTP, serta dilakukan pengecekan data desil kemiskinan (desil 1 hingga 4) oleh petugas kelurahan.
"Bantuan sosial itu nota bene diperuntukkan kepada mereka yang KK miskin. Jadi mohon maaf, tidak perlu melakukan stereotip di luar. Tetap harus konfirmasi kepada yang betul-betul tahu kondisi di lapangan. Jangan sampai digoreng-goreng," kata Yuni.
Sebagai informasi, setiap KPM berhak menerima paket bantuan berupa dua sak beras (total 20 kg) dan 4 liter minyak goreng kemasan merek MinyakKita.
Di akhir keterangannya, Yuni juga menyampaikan permohonan maaf karena sudah tidak bisa menemui pihak-pihak yang ingin mengonfirmasi langsung di kantor kelurahan. Hal ini dikarenakan masa tugasnya sebagai Plt Lurah Sragen Kulon telah selesai sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang berlaku.MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....