Dispangtan Solo Temukan Cacing Hati pada Lima Ekor Sapi Kurban
- 30 Mei 2026 10:27 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Surakarta menemukan sejumlah organ hati sapi kurban yang terinfeksi cacing hati selama pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah. Temuan tersebut berasal dari hasil pengawasan petugas veteriner di sejumlah lokasi penyembelihan hewan kurban di Kota Solo.
Kepala Bidang Veteriner Dispangtan Kota Surakarta, Agus Sasmita, mengatakan temuan cacing hati ditemukan di beberapa titik penyembelihan hewan kurban. Di antaranya berada di wilayah Kampung Baru dan Pasar Kliwon.
“Cacing hati ada di beberapa tempat. Di Kampung Baru ada, terus di Pasar Kliwon ada,” katanya, Jumat 29 Mei 2026.
Ia menjelaskan dari hasil pemeriksaan sementara terdapat lima ekor sapi yang ditemukan mengalami infeksi cacing hati. “Lima ekor sapi yang ditemukan di dua lokasi,” ujarnya menjelaskan.
Menurut Agus, organ hati yang terinfeksi cacing hati langsung dipisahkan dan tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi masyarakat. Petugas meminta panitia kurban untuk membuang bagian hati yang terinfeksi guna menjaga keamanan pangan.
Ia menambahkan panitia penyembelihan umumnya sudah memahami prosedur penanganan organ yang tidak layak konsumsi. Karena itu, saat ditemukan cacing hati, bagian tersebut langsung disisihkan dan dimusnahkan.
“Kalau ada cacing hatinya langsung dibuang sama mereka,” ujarnya.
Agus menjelaskan keberadaan cacing hati tidak selalu dapat diketahui sebelum hewan disembelih. Sapi yang terinfeksi umumnya tetap tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala khusus saat pemeriksaan fisik sebelum penyembelihan.
Untuk mengetahui adanya cacing hati, petugas harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada organ hati setelah penyembelihan. Bagian hati diiris terlebih dahulu untuk melihat keberadaan cacing di dalam jaringan organ.
“Perlu diiris hatinya, kemudian dilihat hasil irisannya. Biasanya akan keluar cacing,” ujarnya.
Meski tidak secara langsung membahayakan kesehatan manusia, Agus menegaskan organ yang terinfeksi cacing hati tetap tidak layak dikonsumsi. Selain mengurangi kualitas pangan, kondisi tersebut juga dinilai tidak memenuhi standar keamanan pangan asal hewan.
Dispangtan Kota Surakarta juga mengimbau masyarakat memasak daging kurban hingga matang sempurna. Agus menyarankan daging dimasak pada suhu sekitar 100 derajat Celsius selama kurang lebih satu jam untuk memastikan keamanan konsumsi. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....