Kasus Cacing Hati Masih Ditemukan Pada Hewan Kurban Wonogiri

  • 29 Mei 2026 13:43 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Wonogiri - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri masih menemukan kasus cacing hati pada sejumlah hewan kurban saat pelaksanaan pemantauan Iduladha 1447 Hijriah. Temuan tersebut didapat dari hasil pengawasan yang dilakukan selama tiga hari di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri, Baroto Eko Pujanto mengatakan, pemantauan dilakukan sejak sebelum penyembelihan hingga proses penyembelihan hewan kurban berlangsung.

“Di tanggal Selasa kita pantau sebelum disembelih. Kemudian hari Rabu, penyembelihan hari pertama kita pantau. Kemudian kemarin juga kita pantau,” ujarnya kepada RRI, Jumat 29 Mei 2026.

Dari hasil pemeriksaan petugas di lapangan, ditemukan beberapa sapi serta kambing dan domba yang terjangkit cacing hati. Kasus tersebut tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Karangtengah, Baturetno, Ngadirojo, Selogiri, Kramat dan Slogohimo.

“Hasilnya adalah masih kita temui beberapa kasus sapi dan kambing domba yang terkena cacing hati,” katanya.

Menurut Baroto, temuan cacing hati diketahui saat petugas melakukan pemeriksaan organ dalam hewan kurban, khususnya bagian hati. Petugas kemudian memberikan edukasi kepada panitia kurban dan masyarakat terkait penanganan organ yang terinfeksi.

“Hati dari korban yang disembelih itu yang ada ditemukan cacing hati itu tidak boleh dikonsumsi,” ucapnya.

Ia menegaskan, hanya bagian hati yang harus dimusnahkan, sedangkan daging hewan kurban masih aman untuk dikonsumsi masyarakat.

“Dagingnya boleh dikonsumsi, hatinya dimusnahkan,” katanya.

Sementara itu, hingga Jumat 29 Mei 2026, pihaknya belum menemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Septicaemia Epizootica (SE), maupun Orf pada hewan kurban di Wonogiri.

“Untuk PMK, SD dan OR tidak kita temukan sampai dengan hari ini,” ujarnya.

Meski demikian, laporan dari sejumlah kecamatan masih terus dikumpulkan karena proses penyembelihan hewan kurban masih berlangsung di beberapa wilayah. Data akhir hasil pemantauan diperkirakan baru akan direkap pada pekan depan. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....