Ubah Sampah Jadi Berkah, Warga Banjarsari Ikuti Pelatihan Pengelolaan Sampah

  • 25 Mei 2026 08:51 WIB
  •  Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sampah rumah tangga yang selama ini kerap menjadi masalah lingkungan, kini mulai dilirik sebagai peluang ekonomi baru berbasis keluarga. Hal ini mengemuka dalam pelatihan intensif bertajuk “Rahasia Sampah Jadi Berkah” yang diinisiasi oleh Bipeka DPC PKS Banjarsari Selatan pada Minggu 24 Mei 2026.

Acara yang berlangsung di Kecamatan Banjarsari ini dihadiri langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta, Vanessa Winastesia. Kehadirannya tersebut menegaskan bahwa isu pengelolaan sampah kini menjadi prioritas kolaborasi antara pemerintah daerah, partai politik, dan komunitas akar rumput.


Pakar Lingkungan sekaligus Ketua Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim DPD PKS Surakarta, Dr. Dian Kresnadipayana, M.Si., selaku narasumber utama menegaskan bahwa kunci utama revolusi pengelolaan sampah berada pada perubahan pola pikir di level domestik atau dapur rumah tangga.

“Jika dikelola dengan benar, sampah bukan lagi masalah atau kotoran yang harus disingkirkan. Ini adalah sumber manfaat ekonomi dan keberkahan bagi keluarga jika kita disiplin memilahnya sejak dari rumah,” ujar Dr. Dian di hadapan para peserta pelatihan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solo Vannesa Winastesia bersama Ibu-ibu PKK Banjarsari mengikuti sosialisasi pengelolaan sampah. (Foto: RRI/Humas)

Ia menambahkan, pemilahan antara sampah organik, non-organik, dan residu tidak hanya menyelamatkan lingkungan Surakarta dari ancaman polusi. Lebih dari itu, pemilahan ini dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi atau tabungan melalui jaringan Bank Sampah serta pembuatan kompos kreatif.

Pelatihan ini tidak sekadar menjadi ajang teori, melainkan ruang diskusi taktis mengenai tantangan nyata di lapangan. Berbagai elemen penggerak masyarakat turut terlibat aktif, mulai dari Kader PKS Perempuan Banjarsari Selatan, perwakilan Dawis RW 09 Sumber, hingga pegiat bank sampah RW 10 Banyuanyar.

Melalui gerakan ini, pihak penyelenggara menargetkan lahirnya kesadaran kolektif yang masif di tingkat terbawah. Diharapkan, pengurangan volume sampah di Kota Surakarta tidak lagi bertumpu pada armada dinas kebersihan, melainkan dapat selesai dan menghasilkan nilai tambah langsung sejak dari tingkat rukun warga (RW).


Dalam kesempatan yang sama Ketua Tim Penggerak PKK Solo Vannesa mengatakan, salah satu persoalan pengelola sampah di kota Bengawan karena belum terpilah secara maksimal. Melalui sosialisasi dan pelatihan ini dia berharap ibu-ibu rumah tangga paham cara memilah sampah sebelum akhirnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir TPA Putri Cempo Mojosongo.

"Kita tahu bahwa pengelolaan sampah selama ini belum optimal, utamanya sampah rumah tangga yang belum dipisahkan. Dari ini kita belajar bagaimana kita memilah sampah yang baik, mana yang sampah, mana yang residu, dan organik atau anorganik," ujar Vannesa. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....