Karang Taruna Mojosongo Punya Terobosan Baru Pengelolaan Sampah Organik
- 09 Mei 2026 10:01 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Karang Taruna Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo memiliki terobosan baru pengelolaan sampah organik yang bisa diolah menjadi pupuk cair maupun padat.
Pemuda-pemudi Kelurahan Mojosongo ini menggandeng Tim Catra yang memang memiliki bahan utama sebagai pengolahan sampah organik, yakni cairan dengan kandungan bakteri baik untuk membuat sampah organik menjadi pupuk tanpa menimbulkan bau tidak sedap.
Ditemui di lokasi pengolahan pada Rabu, 6 Mei 2026, Tim Catra Fahriza Maulana menjelaskan teknis pengelolaan sampah dengan cairan yang mengandung bakteri baik untuk membuat sampah organik menjadi pupuk serta pakan ternak.
"Catra mikrobial activator ini kan mikroba ya, itu untuk mendekomposisi limbah organik. Jadi setelah aktif limbah organik yang dihasilkan dari rumah tangga itu bermanfaat bisa buat pupuk, bisa buat pakan ternak. Itu sangat bermanfaat sekali karena di limbah itu setelah diproses aman dari virus bakteri yang ditimbulkan oleh pencemaran lingkungan," kata Fahriza Maulana.
Cara pengelolaan sampah sendiri, pertama tuangkan tiga tutup botol cairan catra yang berisi bakteri baik, dicampur air satu liter dan gula dua sendok makan serta diamkan selama dua jam, kemudian bisa disemprotkan kepada sampah organik yang sudah disiapkan di dalam bak komposter yang sudah dilobangi pada bagian bawah. Setiap sampah yang dimasukan juga selalu disemprotkan cairan hingga bak komposter penuh.
Pupuk bisa didapat setelah kurang lebih 14 hari penumpukan sampah organik di dalam bak komposter yang sudah disemprotkan cairan catra. Ditambahkan Fahriza Maulana, bahwa sampah organik jik dikelola dengan baik bisa sangat bermanfaat.
"Karena limbah organik sebenarnya ada manfaat kalau diproses. Kalau enggak memang menjadikan bau, pencemaran bakteri virus. Karena di suhu tropis, bakteri bisa mudah berkembang. Jadi alangkah baiknya meluangkan waktu untuk mengolah limbah menjadi yang bermanfaat," katanya menambahkan.
Sementara itu, Bidang Hubungan Masyarakat, Karang Taruna Mojosongo, Siti Zulaikha Wijayanti mengatakan bahwa terobosan pengelolaan sampah ini dilakukan untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah secara sembarangan.
"Kita memperkenalkan inovasi ini agar masyarakat di Mojosongo tidak membuang sampah langsung ke TPA gitu. Jadi kita bisa olah lagi, bisa dijadikan bahan untuk pupuk, lalu pakan ternak," ucap Siti Zulaikha Wijayanti.
Ditambahkan Siti Zulaikha Wijayanti, dirinya berharap bahwa seluruh wilayah yang ada di Mojosongo bisa mengolah sampahnya sendiri yang bisa bernilai ekonomi. Sehingga juga bertambah peningkatan perekonomian.
"Target kita sendiri nanti maunya tiap Rukun Tetangga (RT) itu menghasilkan pupuk sendiri atau bisa mengolah sampah itu sendiri sehingga nanti mereka bisa modal usaha atau dijadikan usaha," ucapnya menambahkan.
Karang Taruna Kelurahan Mojosongo masih mengalami kesulitan dalam memperkenalkan kepada seluruh masyarakat, jadi diharapakan dengan mengunggah di sosial media bisa berdampak pada anak-anak muda yang melihat, ikut melakukan pengelolaan sampah di rumahnya. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....