Jawab Kritik Komisi VII DPR RI, Kemenperin Genjot Kurikulum Praktik di AK-Tekstil

  • 22 Mei 2026 21:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Otoritas Kementerian Perindustrian merespons positif sejumlah catatan kritis yang dilayangkan oleh jajaran Komisi VII DPR RI saat mengunjungi kampus AK-Tekstil Solo, Jumat, 22 Mei 2026. Pemerintah berkomitmen penuh untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap kurikulum vokasi kelulusan Ahli Muda tersebut.

Pihak kementerian membenarkan bahwa peremajaan fasilitas praktik di perguruan tinggi yang berdiri sejak sembilan tahun lalu itu sudah sangat mendesak. Langkah ini krusial dilakukan agar para lulusan memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Doddy Rahadi, menyatakan siap mengubah strategi operasional kampus agar selaras dengan kemajuan alat. Penyesuaian teknologi laboratorium akan disesuaikan dengan standar pabrik tekstil modern masa depan.

"Rebranding ya artinya perlu dikaitkan dengan kebutuhan industrinya ya teknologi masa depannya seperti apa jangan tadi kan sudah 15 tahun misalnya peralatan, nah ini yang harus kita sesuaikan dengan kebutuhan industrinya," ungkap Doddy Rahadi.

Guna mengatasi kendala alat praktikum yang belum modern, pihak BPSDMI akan memperluas jaringan kerja sama melalui program link and match. Kerja sama ini melibatkan dunia usaha swasta secara intensif untuk ikut serta menyusun sistem pengajaran.

Langkah konkret yang diambil adalah dengan mendatangkan para praktisi industri profesional untuk mengajar langsung di dalam kelas. Selain itu, program magang khusus juga akan diwajibkan bagi seluruh mahasiswa maupun para dosen secara berkala.

"Tentu ada link and match, ada praktik kerja, ada mengajar di industri mengajar di kampus, ada mahasiswa yang magang di industri dan juga dosen yang industri," pungkas Doddy Rahadi. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....