Daya Tampung SMAN/SMKN Solo-Sukoharjo Diproyeksi Hanya 60 Persen
- 21 Mei 2026 20:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah mencatat adanya kesenjangan antara tingginya angka kelulusan siswa sekolah menengah pertama dengan ketersediaan kuota SMA dan SMK Negeri.
Daya tampung sekolah negeri di wilayah Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo diproyeksikan hanya mampu menyerap sekitar 60 persen dari total lulusan pada penerimaan peserta didik baru tahun ini.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Agung Wijayanto, merinci kuota penerimaan di Kota Solo tidak mengalami penambahan.
Kuota SMA Negeri tercatat sebanyak 3.276 kursi dan SMK Negeri 5.092 kursi, padahal jumlah lulusan SMP di Solo tahun ini menembus angka 10.119 siswa.
"Artinya, kalau kita bicara khusus pendaftar asal Solo saja, kemampuan sekolah negeri untuk menampung lulusan SMP itu masih cukup tinggi, berada di kisaran 80 persen. Sisanya bisa terserap di sekolah swasta," kata Agung Wijayanto, Kamis, 21 Mei 2026.
Namun, persentase daya tampung tersebut langsung menyusut drastis ketika digabungkan dengan data dari Kabupaten Sukoharjo.
Wilayah tersebut memiliki 10.420 lulusan SMP, sedangkan ketersediaan kuota SMA Negeri hanya berjumlah 3.348 kursi dan SMK Negeri 2.808 kursi, sehingga rasio kemampuan serap sekolah negeri anjlok di angka 60-an persen.
Penyusutan persentase daya tampung ini turut dipengaruhi oleh melonjaknya jumlah lulusan SMP secara umum di Jawa Tengah dibandingkan tahun sebelumnya, serta asumsi bahwa lulusan Madrasah Tsanawiyah akan linear melanjutkan ke Madrasah Aliyah.
Selain itu, tingginya minat calon siswa dari perbatasan Sukoharjo untuk mendaftar ke sekolah negeri di Kota Solo makin memperketat persaingan di jalur prestasi maupun zonasi.
Menghadapi keterbatasan daya tampung tersebut, pihak Cabang Dinas mengimbau para orang tua dan calon peserta didik untuk bersikap lebih realistis. Masyarakat diminta untuk tidak memaksakan diri menembus sekolah negeri dan mulai menjadikan sekolah swasta sebagai alternatif utama kelanjutan studi.
"Alhamdulillah sejauh ini sebenarnya semua siswa atau lulusan SMP itu bisa terserap. Sekolah swasta kita sudah cukup banyak yang siap menampung dan memberikan akses pendidikan yang tak kalah berkualitas," ucap Agung. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....