Konferensi Sejarah Sepeda Dunia 2026, Merupakan Momentum Sejarah Bagi Klaten

  • 20 Mei 2026 17:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten- Konferensi sejarah sepeda dunia ke 35 yang berlangsung di Klaten selama tiga hari, kini berakhir. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Klaten International Cycling Festival yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Klaten 17 sampai 25 Mei 2026.

Pada konferensi sejarah sepeda dunia tersebut diikuti delegasi dari 40 negara. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E Ralf Beste, Duta Besar Belanda untuk Indonesia H.E Marc Gerritsen, Yusuf Nugroho Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan

Kemenhub RI, Rektor UGM Yogyakarta Amalinda Savirani dan Sekretaris Daerah Jawa' Tengah Sumarno dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pada kesempatan itu mengatakan atas nama pemerintah Kabupaten dan masyarakat Klaten menyampaikan selamat datang kepada para peserta dan delegasi dari penjuru dunia. Tahun 2026 menjadi momentum bersejarah bagi bagi Kabupaten Klaten sebagai tempat berlangsungnya konferensi sejarah sepeda dunia.

"Tahun 2026 menjadi momentum yang sangat bersejarah, setelah perjalanan panjang selamat 35 kali penyelenggaraan konferensi dari berbagai belahan dunia akhirnya untuk pertama kali bisa hadir di Indonesia dan Alhamdulillah menjadi tempat yang pertama di Indonesia untuk bisa menyelenggarakan merupakan kehormatan besar bagi kami," kata Hamenang Wajar Ismoyo, Rabu 20 Mei 2026.

Hamenang Wajar Ismoyo juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Klaten juga merasa bangga kegiatan konferensi sejarah sepeda dunia tersebut dihadiri oleh 40 negara dan menjadi pencapaian luar biasa. Hal itu menunjukkan sepeda bukan hanya alat transportasi melainkan simbul persahabatan, sejarah dan kemanusiaan lintas bangsa.

Dikatakan pula ditengah tantangan global saat ini olah raga dan budaya bersepeda mampu menjadi bahasa yang universal yang menyatukan perbedaan. Melalui forum tersebut tidak hanya berbicara tentang sejarah sepeda akan tetapi tentang peradaban, lingkungan, kesehatan dan pariwisata.

Sekretaris Daerah (Sekda ) Propinsi Jawa' Tengah Sumarno pada kesempatan itu juga memberikan apresiasi kepada para peserta yang sudah konsisten untuk mencintai sepeda. Sepeda mempunyai arti penting tidak hanya pada alat transportasi tetapi juga sebagai sarana olah raga, sejarah dan budaya.

"Momentum kondisi situasi saat ini setidaknya sepeda menjadi bagian kita untuk kembali bagaimana kita peduli masalah lingkungan," katanya.

Dikatakan pula Pemerintah Propinsi Jawa Tengah ingin mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan alat tranportasi sepeda. Melalui sepeda dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan.

Sebelum para delegasi Klaten International Cycling Festival tersebut juga melakukan kunjungan diberbagai tempat yang menjadi unggulan Kabupaten Klaten. Beberapa tempat dikunjungi seperti sanggar seni Omah Wayang, UMKM Gerabah Melikan Wedi, Batik Prasojo di Pedan dan wisata Ponggok. Adam Sutanto

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....