International Cycling History Conference Menghasilkan Piagam Klaten
- 20 Mei 2026 16:29 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten - International Cycling History Conference yang berlangsung tiga hari (18, 19 dan 20 Mei 2026) di Klaten berakhir. Konferensi sejarah sepeda dunia ke 35 berlokasi di Pendopo Kabupaten Klaten menghasilkan Piagam Klaten yang berisi lima poin.
Lima keputusan Konferensi Sejarah Sepeda Dunia tahun 2026 tersebut yakni, Sepeda adalah warisan budaya dunia sekaligus instrumen masa depan, kota yang baik adalah kota yang rumah bagi manusia, bersepeda adalah aksi nyata berkelanjutan, kebudayaan adalah fondasi mobilitas berkelanjutan, desa, kota kecil dan kawasan budaya memiliki peran penting dalam masa depan dunia.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo kepada wartawan mengatakan harapannya Piagam Klaten tersebut akan menjadi besar. Seperti halnya konferensi Asia-Afrika.
"Harapannya Piagam Klaten ini akan menjadi besar. Jika dulu Indonesia pernah menjadi tuan rumah konferensi Asia Afrika maka hari ini di Indonesia (Klaten) 35 tahun Konferensi Sepeda ini menjadi tuan rumah. Ini akan kita gelorakan menjadi spirit bersama tidak hanya di Klaten akan tetapi di seluruh dunia," kata Hamenang Wajar Ismoyo, Rabu 20 Mei 2026.
Dikatakan Hamenang, dengan adanya Piagam Klaten tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan membuat kebijakan bersepeda bagi ASN. Saat akan bekerja ke kantor bagi ASN yang berjarak kurang dari lima kilometer dapat menggunakan sepeda.
Hamenang mengatakan berbicara sepeda tidak hanya tentang kebijakan saja akan tetapi banyak poin yang dapat dilakukan seperti tempat parkir yang aman dan nyaman serta jalur khusus sepeda.
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementrian Perhubungan Republik Indonesia Yusuf Nugroho kepada wartawan mengatakan Kementrian Perhubungan menyambut baik kegiatan internasional berupa Cycling Festival tahun 2026 di Kabupaten Klaten. Dengan momen tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan budaya keselamatan bagi para pesepeda.
" Dengan Cycling Festival ini merupakan kolaborasi yang sangat baik bukan hanya pemerintah tetapi terhadap komunitas, masyarakat, Pemerintah, Bagaimana mewujudkan bersama -sama satu lingkungan bersepeda yang layak," katanya.
Dikatakan bila bersepeda menjadi budaya di Klaten dengan didukung banyak destinasi wisata maka akan dapat menjadi daya tarik dan pertumbuhan ekonomi tersendiri.
Para delegasi konferensi sejarah sepeda dunia ke 35 tahun 2026 tersebut akan berada di Klaten hingga 25 Mei mendatang. Mereka nantinya juga akan diajak menelusuri tempat -tempat wisata badan sejarah disejumlah tempat dengan bersepeda. Adam Sutanto
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....