KBM Luring MTs Muhammadiyah 4 Bulu Dimulai Senin, Gunakan Tempat Ibadah
- 15 Mei 2026 16:09 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan dilakukan secara jarak jauh atau tidak tatap muka usai atap di ruang kelas VII roboh. Para siswa dari kelas VII, VIII dan XI melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah secara daring.
Ketua PCM sekaligus Ketua Komite Sekolah, Agus Anwar Rosyidi, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi pasca-insiden tersebut. Kegiatan belajar di rumah dilakukan hingga hari Sabtu 16 Mei 2026.
Agus menyebut pihak sekolah akan segera melakukan perbaikan untuk seluruh ruangan kelas. Proses pembangunan akan dimulai setelah pihak kepolisian menyelesaikan penyelidikan di lokasi kejadian.
"KBM sementara belajar di rumah dulu. Iya, kelas 7, 8, dan 9 di rumah semua untuk mengantisipasi, sampai hari Sabtu. Jadi pekan ini saja," ujarnya, Kamis 14 Mei 2026.
Sedangkan Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu Mualif mengatakan pembelajaran dengan tatap muka atau luring akan kembali dilaksanakan pada Senin 18 Mei. Pihak sekolah dan komite menyiapkan tempat ibadah di lingkungan sekolah untuk kegiatan belajar mengajar yang aman.
Pihaknya tengah memetakan kebutuhan meja dan kursi yang digunakan untuk mendukung pembelajaran. "Kemungkinan seluruhnya ada 51 set meja kursi kemungkinannya. Dari kelas 7, 8, 9 semuanya. Sebenarnya kan yang rusak, tapi juga sudah banyak yang rusak. Yang seluruhnya rusak kan yang kelas 7, tapi kemarin kalau ada di sana kan istilahnya masih ada, nanti baru dicek dulu aja nanti," ujarnya Kamis.
Terkait perbaikan Mualif mengungkapkan nantinya tiga ruangan kelas akan dibangun sekaligus karena satu rangkaian. Mualif mengatakan bahwa biaya perbaikan tidak akan membebani orang tua siswa, melainkan bersumber dari internal organisasi Muhammadiyah melalui lembaga filantropi Lazismu. Pihaknya belum dapat memastikan jumlah anggaran yang dibutuhkan.
Sementara itu perihal kondisi para siswa korban ambrolnya atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen masih menjalani perawatan. Hingga Kamis sore tercatat masih ada enam siswa yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang diderita.
Mualim menjelaskan bahwa dari total siswa yang dirawat, lima orang berada di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen dan satu orang di RSI Amal Sehat. "Kondisi sementara untuk yang tidak luka dan tidak sakit, dirumahkan dulu untuk belajar daring di rumah. Kemudian yang sakit masih ada enam di rumah sakit; lima di RSUD dan satu di Amal Sehat," ujar dia. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....