Dekan FKIP UNS : Pendidikan Harus Sesuai Kodrat Alam dan Kodrat Zaman
- 12 Mei 2026 17:53 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Transformasi pendidikan di Kota Solo kini diarahkan untuk kembali pada filosofi dasar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa secara utuh.
Fokus utama sekolah harus dikembalikan pada pengembangan karakter dan kompetensi yang relevan dengan tantangan masa depan anak didik.
Dekan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Imam Sujadi, mengatakan, fenomena perkembangan teknologi yang masif menuntut sekolah untuk lebih adaptif dalam menyusun strategi pembelajaran.
Siswa sebagai generasi digital memerlukan perlakuan yang selaras dengan perkembangan zaman agar motivasi belajarnya tetap terjaga.
Namun, tantangan besar muncul ketika ekspektasi masyarakat sering kali tidak sejalan dengan kurikulum yang semestinya, sehingga sekolah kerap berada dalam posisi dilematis.
"Tujuan negara ini dibentuk adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, jadi marilah kita bersemangat kembali bahwa tujuan kita itu mencerdaskan kehidupan, bukan hanya mencerdaskan otak," ujar Imam Sujadi dalam diskusi Seminar Hari Pendidikan Nasional di Graha Wisata Niaga Surakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Di sisi lain, prinsip pendidikan Ki Hajar Dewantara mengenai kodrat alam dan kodrat zaman menjadi pondasi yang sangat relevan untuk diterapkan saat ini.
Setiap anak memiliki keunikan dan lingkungan yang berbeda, sehingga pendekatan pembelajaran pun harus bersifat personal dan kontekstual. Guru diharapkan mampu menjadi fasilitator yang mengarahkan potensi anak tanpa memaksakan standar yang kaku.
Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Tri Mulyani, menjelaskan pendidik harus memiliki pola pikir bertumbuh untuk merespons dinamika perubahan generasi. Menurutnya hal tersebut dapat menjadi dorongan anak untuk memiliki motovasi diri.
"Fokusnya didiklah anakmu sesuai dengan zamannya karena anak itu sudah memiliki kodrat zaman dan kodrat alam masing-masing dalam proses belajarnya. Supaya mendorong anak-anak itu belajar dengan motivasi dari dalam diri anak itu atau kita sebut juga sebagai self regulated learning," kata Tri Mulyani.
Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa ini juga memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat atau yang disebut sebagai gerakan dukungan semesta.
Orang tua harus memahami proses pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan kolaborasi antara lingkungan rumah dan lembaga pendidikan.
Dengan pemahaman yang searah, maka potensi anak dapat berkembang secara optimal tanpa adanya tekanan yang berlebihan. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....