Polres Sragen Selidiki Robohnya Atap MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan

  • 12 Mei 2026 13:00 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sragen bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait peristiwa ambruknya atap gedung sekolah di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Selasa 12 Mei 2026 pagi. Insiden yang terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung tersebut menyebabkan delapan orang mengalami luka-luka.

AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menyatakan bahwa pihaknya melalui Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) telah mengamankan lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mendalami adanya unsur kelalaian dalam pengelolaan bangunan.

"Kami melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk membuat terang kejadian ini. Beberapa material atap yang sudah lapuk telah diambil oleh tim Satreskrim sebagai barang bukti," ujar AKBP Dewiana saat meninjau lokasi kejadian, Selasa siang.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat siswa tengah mengikuti mata pelajaran Bahasa Inggris. Secara tiba-tiba, konstruksi atap bangunan ambruk dan menimpa mereka yang berada di dalam kelas.

Tercatat delapan orang menjadi korban dalam insiden ini. Terdiri dari tujuh orang siswa dan satu orang guru pengampu.

"Seluruh korban sudah dievakuasi dan ditangani dengan baik di rumah sakit. Setelah dari TKP, saya akan langsung menjenguk untuk memastikan kondisi para korban," ujar Kapolres.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, gedung sekolah tersebut diketahui merupakan bangunan lama yang didirikan pada tahun 1978. Meski sempat mendapatkan renovasi pada tahun 2000, bangunan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan kembali selama 26 tahun terakhir hingga kondisi kayu penyangga atapnya melapuk dimakan usia.

Atas kejadian ini, Kapolres meminta pihak sekolah untuk memulangkan seluruh siswa sementara waktu. Langkah ini diambil guna memberikan ruang bagi penyidik untuk menjaga status quo TKP serta memberikan waktu istirahat bagi siswa yang mengalami syok atau trauma.

AKBP Dewiana mengimbau pengelola sekolah dan pihak yayasan, dalam hal ini Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM), untuk lebih proaktif dalam mengidentifikasi kelayakan bangunan guna mengantisipasi hal-hal yang membahayakan jiwa.

"Saya imbau ke depan harus lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan pemeliharaan gedung sekolah. Jangan sampai ada korban lagi. Jika ada bangunan yang sekiranya membahayakan, segera prioritaskan renovasi," katanya menegaskan.

Lebih lanjut, Kapolres juga mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kantor Kementerian Agama untuk melakukan pemetaan (mapping) kembali terhadap sekolah-sekolah di wilayah Sragen yang memiliki bangunan tidak layak atau rawan roboh. Hal ini dinilai penting sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di instansi pendidikan lainnya.

Terkait pembiayaan pengobatan para korban, pihak kepolisian telah berkomunikasi dengan pihak yayasan yang menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya medis guru dan siswa yang terdampak. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....