Cerita Dibalik Ibu dan Anak dari Karanganyar MD Tenggelam di Embung Sigit Sragen

  • 11 Mei 2026 11:14 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Suasana sore di Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Sragen berubah menjadi duka mendalam. Seorang ibu muda dan anak balitanya ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Embung Sigit pada Minggu 10 Mei 2026 sekitar pukul 14.30 WIB.

Korban diketahui bernama Yasma Egi Okta Saputri (27) dan putrinya, Debia Anita Arabela (6), yang merupakan warga Tundungan, Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Karanganyar. Tragedi ini bermula saat sang anak yang bermain dengan ayahnya Irfan Agus Wahyudi (28) terpeleset ke dalam embung.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menyampaikan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Joko Sunarto (44), kejadian bermula saat ia sedang mencari rumput di sekitar embung dan mendengar teriakan minta tolong. Saat mendatangi sumber suara, ia melihat korban anak dan ayahnya sudah berada di dalam air.

Saksi sempat berusaha menolong menggunakan bambu dan tali, namun alat tersebut tidak mencapai dasar air. Mengingat situasi yang berbahaya, saksi kemudian meminta sang ibu Yasma untuk tetap menunggu di pinggir embung, sementara ia pergi mencari bantuan ke desa.

"Mbak, sampean nunggu kene wae, aku tak neng ndeso golek bantuan (Mbak, kamu di sini saja, saya ke desa mencari bantuan)," kata Kapolres menirukan saksi Joko kepada korban.

Nahas, diduga karena rasa panik dan kasih sayang yang besar kepada sang anak, korban Yasma nekat terjun ke air untuk menyelamatkan putrinya. Namun, ia justru ikut tenggelam.

Ketika saksi kembali bersama warga dan tim relawan dengan membawa ban serta pelampung, kedua korban sudah tidak terlihat di permukaan. Pihak Polsek Tangen, dan BPBD, (Relawan Ganefo) segera melakukan evakuasi setelah menerima laporan.

"Setelah dilakukan pencarian dan evakuasi, kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara sang ayah berhasil diselamatkan namun dalam kondisi shock," kata Kapolres.

Hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Tangen dan Tim Inafis Polres Sragen menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kejadian ini murni merupakan kecelakaan air (tenggelam).

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. "Jenazah ibu dan anak tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman di Karanganyar," ujar AKBP Dewiana. MI

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....