Abdul Kharis: Indonesia Butuh Generasi Pintar Sekaligus Berakhlak

  • 09 Mei 2026 09:34 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, memberikan penegasan penting kepada generasi muda Indonesia mengenai pentingnya keseimbangan antara kapasitas intelektual dan integritas moral. Hal tersebut disampaikannya dalam acara pembekalan mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur aspirasi di Hotel Arini Syariah, Surakarta, baru-baru ini.

Dalam arahannya, legislator yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS DPR RI ini menekankan bahwa mahasiswa penerima beasiswa memikul tanggung jawab moral yang besar sebagai calon pemimpin masa depan. Ia mendorong para mahasiswa untuk terus melakukan eksplorasi diri tanpa henti.

“Mahasiswa harus terus melakukan upgrade diri, baik dalam aspek keagamaan maupun keilmuan sesuai dengan bidang studi masing-masing. Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan memiliki moralitas yang kokoh,” tegas Kharis di hadapan puluhan mahasiswa Universitas Tiga Serangkai (UTS).

Puluhan mahasiswa penerima program PIP jalur Abdul Kharis mengikuti kegiatan pembekalan. (Foto: RRI/Humas)

Abdul Kharis menggarisbawahi bahwa fondasi kepemimpinan yang utuh hanya bisa dicapai melalui keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Menurutnya, kepintaran tanpa landasan akhlak hanya akan membawa dampak negatif bagi bangsa.

Selain arahan utama tersebut, mahasiswa dibekali dengan lima pesan strategis untuk menghadapi tantangan zaman. Seperti mahasiswa harus adaptif dan melek perubahan. Responsif terhadap teknologi dan dinamika global dan menjaga kejujuran akademik dan bijak dalam bermedia sosial.

Dibidang produktifitas, pemuda harus menjadi pencipta nilai value creator, bukan sekadar konsumen. Lantas membangun kolaborasi lintas disiplin untuk solusi masyarakat, dan memastikan ilmu yang didapat berdampak nyata bagi bangsa dan umat.

Pesan-pesan tersebut dinilai selaras dengan nilai-nilai religiusitas, profesionalisme, dan pelayanan masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mengejar nilai akademik di atas kertas, tetapi menjadi agen perubahan (agent of change) yang membawa semangat perbaikan (ishlah).

Acara yang berlangsung khidmat ini juga menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Dosen UTS Dr. Hasman Budiadi serta Direktur Kharis Center, Budhi Hartanto, M.Si. Kegiatan ditutup dengan sesi dialog interaktif yang memperkuat komitmen para mahasiswa untuk menuntaskan studi mereka secara optimal.

Melalui pembekalan ini, diharapkan para penerima beasiswa KIP aspirasi Abdul Kharis Almasyhari mampu tumbuh menjadi generasi unggul yang siap berkontribusi langsung bagi kemajuan Indonesia di masa depan. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....