Kreatif, Pemuda Munggur Mojogedang Sulap Lahan Sewa Jadi Taman Melon
- 10 Apr 2026 18:48 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Sekelompok pemuda di Desa Munggur, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, sukses mengembangkan budidaya melon dengan konsep kekinian. Melalui Gapoktan Gubuk Sesarengan, mereka menyulap lahan sewa seluas 500 meter persegi menjadi taman melon produktif yang diproyeksikan sebagai destinasi wisata petik buah.
Inovasi ini digerakkan oleh 15 pemuda asli desa setempat yang ingin mengubah wajah pertanian konvensional menjadi lebih bernilai ekonomis tinggi. Dengan menggunakan sistem greenhouse, mereka saat ini tengah merawat sekitar 1.000 bibit melon yang masa panennya hanya membutuhkan waktu sekitar 70 hari.
“Kami fokus ke melon dulu karena peluang pasarnya masih sangat bagus dan menjanjikan untuk dikembangkan di wilayah ini. Target kami dan teman-teman adalah membuat wisata petik melon di pinggir jalan besar agar nilai jual per buahnya bisa naik,” ujar Ketua Gapoktan Gubuk Sesarengan, Imam Hadi, Jumat 10 April 2026.
Imam menjelaskan pemilihan lokasi di pinggir jalan utama bertujuan untuk memudahkan akses bagi para pengunjung yang ingin merasakan sensasi memetik buah langsung. Selain menyasar konsumen perorangan, kelompok pemuda ini juga mulai menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pasar.
“Harapannya ke depan ada rencana bersama Pak Bupati untuk peluncuran petik melon saat waktu panen tiba. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mencoba memasukkan hasil panen ini ke jaringan pasar yang lebih luas,” ucapnya.
Selama setahun merintis, para pemuda ini secara mandiri mempelajari mitigasi pasar hingga ke wilayah luar daerah guna memastikan harga jual tetap kompetitif. Imam menyebut, Keberhasilan mereka membangun taman melon ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda lainnya di Karanganyar untuk tidak ragu terjun ke dunia pertanian.
“Kami melibatkan 15 pemuda desa dan sudah mulai membangun rekanan untuk ekspansi ke daerah lain seperti Sragen. Untuk harga di tingkat pasar saat ini masih cukup stabil di kisaran 28 ribu rupiah per kilogramnya,” kata Imam.
Manajemen pengelolaan yang profesional menjadi kunci utama kelompok pemuda Mojogedang ini dalam mempertahankan kualitas buah yang dihasilkan. Selain perawatan rutin, pengecekan kondisi fisik tanaman juga dilakukan setiap hari guna memastikan seribu bibit tersebut tumbuh maksimal hingga masa panen.
“Kebutuhan buah di pasar masih sangat tinggi, sehingga kami optimistis taman melon ini akan menjadi unit usaha yang berkelanjutan. Kami terus melakukan ekspansi dan inovasi agar produk lokal Munggur ini bisa dikenal lebih luas,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....