Kejutan Musancab PDIP Solo, Pemuda Ramaikan Penjaringan PAC di tengah Isu Apolitis

  • 23 Mar 2026 20:39 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Gelaran Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Kota Solo tahun 2026 membawa fenomena menarik. Proses penjaringan calon pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) di berbagai kecamatan justru dibanjiri oleh pendaftar dari kalangan generasi muda.

Ini sebuah hasil yang di luar ekspektasi internal partai. Padahal berbagai survey belakangan menunjukkan ketidaksukaan terhadap partai politik atau cenderung apolitis

Ketua DPC PDI-P Solo, Aria Bima, mengaku terkejut dengan antusiasme ini. Pasalnya, data riset menunjukkan tantangan besar bagi partai politik untuk menggaet simpati anak muda.

"Jujur saya kaget. Survei sebelumnya menunjukkan sekitar 70 persen anak muda, khususnya Gen Z, itu tidak suka dan tidak minat pada partai politik. Mereka cenderung apolitis dan lebih kolaboratif-individual," ujar Aria Bima saat ditemui di Kantor DPC PDI-P Solo, baru-baru ini.

Aria Bima memaparkan data jumlah pendaftar yang cukup signifikan di beberapa kecamatan, bahkan di wilayah yang perolehan kursinya sempat menurun pada pemilu sebelumnya, Kecamatan Serengan muncul 39 calon pengurus (didominasi anak muda).

Kecamatan Pasar Kliwon 27 calon pengurus, lantas Kecamatan Jebres 22 calon pengurus dan Kecamatan Laweyan 17 calon pengurus. "Bahkan di Serengan yang kursi kita turun dari empat menjadi satu, justru muncul 39 calon pengurus baru yang mayoritas anak muda. Ini sesuatu yang tidak terduga dalam proses penjaringan," ujar dia.

PDI-P Solo menargetkan seluruh restrukturisasi organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting selesai paling lambat Juni 2026. Aria Bima menekankan bahwa kriteria pengurus kali ini akan sangat berbeda demi menjawab tantangan pemilih masa depan.

Menurutnya, karena pemilih di tahun 2029 akan didominasi oleh Generasi Y dan Z (di bawah usia 44 tahun), maka struktur partai pun harus mencerminkan profil pemilih tersebut.

"Umur saya 61 tahun sebenarnya sudah tidak relevan lagi di tingkat DPC. Kita butuh dukungan yang muda-muda. Komposisinya akan kita hitung betul, terutama terkait hard skill penggunaan media sosial dan kemampuan membangun citra (branding) partai yang sesuai dengan selera Gen Z," kata politikus senior PDI-P itu.

Meski dibanjiri pendaftar muda, Aria Bima mengakui bahwa memahami keinginan Gen Z bukan perkara mudah. Ia menilai narasi kemenangan elite seringkali tidak menyentuh substansi kegelisahan anak muda yang lebih menyukai pola kerja kolaboratif namun tetap mandiri.

Ia pun telah berkomunikasi dengan lintas partai seperti PSI, Demokrat, dan Gerindra untuk bersama-sama melakukan pendidikan politik.

"Mari bareng-bareng, tidak usah bicara kemenangan dulu. Fokus kita adalah bagaimana membuat Gen Z sebagai pemilih mayoritas di 2029 bisa suka dan tertarik pada partai politik. Ini PR besar kita semua," kata dia. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....