SPMB Solo 2026: Panitia Kelas Khusus Temukan Piagam Tak Sesuai Kriteria
- 07 Mei 2026 21:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pelaksanaan pendaftaran Kelas Program Khusus di SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surakarta dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menyisakan sejumlah catatan.
Panitia pendaftaran menemukan kendala dominan terkait pengunggahan piagam prestasi yang dilakukan oleh para orang tua calon siswa, mulai dari kendala teknis hingga ketidaksesuaian kategori perlombaan.
Ketua Panitia SPMB SMPN 25 Surakarta, Handoko, mengungkapkan banyak pendaftar gagal mengunggah dokumen karena ukuran file yang melebihi batas resolusi sistem. Selain itu, ditemukan banyak piagam kejuaraan olahraga yang dilampirkan, padahal Kelas Program Khusus ini lebih menitikberatkan pada keunggulan akademik, kesamaptaan, dan wawasan kebangsaan.
"Kemarin beberapa piagam terkendala tidak bisa masuk di proses kurasi. Solusinya ternyata karena resolusi foto terlalu besar, jadi harus dikecilkan dulu ukurannya," ujar Handoko saat ditemui rri.co.id di sekolah setempat, Kamis 7 Mei 2026.
Handoko menambahkan, piagam di bidang olahraga seperti taekwondo dan sejenisnya seharusnya lebih tepat digunakan untuk mendaftar di Jalur SMP Khusus Olahraga (SKO). Namun, banyak orang tua tetap memaksakan masuk ke jalur Kelas Program Khusus dengan alasan ingin anak mereka tetap fokus pada jalur akademik. Hal ini menyebabkan proses verifikasi administrasi menjadi terhambat karena tidak sinkronnya prestasi dengan jalur yang dipilih.
"Banyak berkas piagam yang masuk itu justru piagam olahraga. Harusnya kalau piagam olahraga itu pendaftarannya masuk ke SKO. Tapi mereka tidak mau mendaftar di SKO karena orang tuanya ingin anak tersebut tetap difokuskan pada jalur akademis," katanya.
Menyikapi temuan tersebut, panitia mengimbau para pendaftar untuk lebih cermat mempelajari Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB yang telah diedarkan pemerintah. Masyarakat yang mengalami kesulitan teknis maupun kebingungan terkait kriteria piagam disarankan segera mendatangi posko layanan informasi di sekolah terkait.
Melalui pendampingan langsung, diharapkan berkas yang masuk dapat memenuhi standar kurasi sistem agar proses seleksi berjalan lancar. Pemerintah Kota Solo terus memantau jalannya pendaftaran ini guna memastikan seluruh calon siswa mendapatkan pelayanan yang adil.
Dengan adanya posko pengaduan, diharapkan kendala administratif dapat segera teratasi sebelum masa pendaftaran berakhir. Kesiapan dokumen yang sesuai ketentuan menjadi kunci utama agar akun pendaftaran calon siswa dapat terverifikasi secara otomatis oleh sistem daring. (Dania/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....