Dispertan Wonogiri Pastikan Hewan Kurban Sehat Aman jelang Iduladha

  • 06 Mei 2026 15:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID. Surakarta - Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman, sehat, dan sesuai syariat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Baroto Eko Pujanto, menyampaikan persiapan telah dilakukan sejak awal tahun, termasuk vaksinasi ternak secara masif di kandang-kandang milik peternak.

Wonogiri sendiri merupakan salah satu lumbung ternak di Jawa Tengah, dengan populasi sapi potong mencapai lebih dari 154 ribu ekor yang tersebar di 25 kecamatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 22 ribu ekor di antaranya siap menjadi hewan kurban.

Baroto menegaskan, hewan kurban yang layak harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya cukup umur—minimal dua tahun untuk sapi—sehat, tidak cacat, serta memiliki kondisi tubuh yang baik atau gemuk.

“Kami sudah kita lakukan jauh-jauh hari. Bahkan sejak bulan Januari, Februari kami sudah upayakan untuk menyiapkan ternak di Kabupaten Wonogiri ini ternak yang sehat,” ungkap Baroto, saat menjadi narasumber dialog interaktif di RRI Surakarta, Rabu 6 Mei 2026.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan 93 petugas yang terdiri dari paramedis dan dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan, baik sebelum maupun sesudah penyembelihan.

Sementara itu, pelaku usaha peternakan dari Sapi Pedia Farm Wonogiri, Teguh Topo, menyebut permintaan hewan kurban mulai meningkat menjelang Iduladha. Ia mengaku tahun ini akan mendistribusikan ratusan ekor sapi dan kambing ke berbagai daerah, termasuk Jabodetabek.

Teguh menjelaskan, harga sapi kurban mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, dipicu oleh meningkatnya biaya pakan dan distribusi. Untuk sapi kelas menengah, harga saat ini berkisar mulai dari 20 juta rupiah ke atas.

“ Itu biasanya yang paling laku itu di kisaran harga 23 juta ,24 juta dan di bawah 25. Kalau harga sapi kami sendiri mulai harga Rp20 jutaan," ucap Teguh .

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban, dengan memperhatikan kondisi fisik seperti nafsu makan, gerak aktif, serta ciri-ciri kesehatan lainnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus mengintensifkan pengawasan guna mencegah penyebaran penyakit ternak seperti PMK dan LSD, termasuk melalui vaksinasi, pemeriksaan rutin, serta pengawasan di pasar hewan.

Masyarakat pun diimbau untuk membeli hewan kurban dari sumber terpercaya dan memastikan telah memiliki surat keterangan kesehatan hewan.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan pelaksanaan kurban tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan syariat. (Lidia/MI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....