Menjelang Iduladha, Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali Jaga Kesehatan Hewan
- 05 Mei 2026 18:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Dalam menjelang Iduladha 2026, Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali mempersiapkan kesehatan hewan ternak yang dimungkinkan akan dijual untuk qurban. Selain menjaga kesehatan hewan, Disnakkan juga memastikan stok hewan qurban mencukupi.
Ditemui dikantornya, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, Drh. Afiany Rifdania menerangkan bahwa dalam menjaga kesehatan hewan qurban, pihaknya akan melakukan pemeriksaan di pihak-pihak pengepul dan antemortem.
"Dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan di tempat pengepul menjelang Iduladha di seluruh wilayah yang melibatkan petugas Bidang Keswan Disnakkan dan dibantu oleh lima UPT Puskeswan yang tersebar di seluruh Kabupaten Boyolali. Kemudian pemeriksaan antemortem menjelang penyembelihan oleh petugas yang sudah ditunjuk dengan SK Kepala Dinas dibantu Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Jawa Tengah 4 Korwil Boyolali," kata Drh. Afiany Rifdania
Selain itu juga, nantinya Disnakkan akan bekerja sama dengan laboratorium kesehatan hewan Balai Veteriner Provinsi Jawa Tengah untuk pengambilan sampel untuk mengecek bahwa sapi atau hewan-hewan yang disediakan pengepul bebas dari cacing, terutama cacing hati (Fasciola hepatica).
Hal tersebut dilakukan karena menilai cuaca tidak menentu membuat penyakit hewan banyak yang menjangkit. Karena bebrapa hewan ternak kiriman dari luar daerah, Disnakkan Kabupaten Boyolali sendiri hanya menemukan kelelahan, dehidrasi, diare hingga pink eye atau mata merah pada kambing domba.
Penemuan tersebut sendiri dikatakan Drh. Afiany Rifdania sudah bisa ditangani dengan melakukan karantina atau isolasi serta pengobatan sebelum dijual. Menurutnya Disnakkan selalu memberikan edukasi kepada para pedagang qurban musiman yang selalu ada saat Iduladha.
"Karena kan kalau di Pengepul tidak hanya hewan yang berasal dari Boyolali, tapi kadang-kadang juga dari daerah lain. Biasanya karena transportasi jadi kelelahan terus biasanya dehidrasi, diare, kemudian banyak debu itu untuk kambing domba ada pink eye atau memerah matanya. Sementara memang harus diobati, dikarantina atau diisolasi sendiri. Diobati dulu baru boleh dijual. Jadi kami tetap mengedukasi para pedagang terutama di pengepul yang musiman," katanya menambahkan.
Dalam mengatasi masalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan qurban juga, Disnakkan Boyolali per-April 2026 sudah melakukan vaksinasi sebanyak 9.727 dosis dari target 16.000 dosis. Dengan vaksinasi yang cukup baik, terbukti dari pelaporan kasus PMK hingga LSD tidak terlalu banyak dan cepat tertangani.
Disnakkan Boyolali menghimbau kepada pengepul tidak menjual belikan ternak atau hewan yang sakit, serta bisa mengundang pihak kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan secara gratis melalui hotline 0812 2832 0007.
Selain itu juga, para pengepul diminta menambahkan vitamin kepada hewan qurban bisa menambahkan dengan memberikan vitamin atau jamu-jamuan tradisional yang bisa memperkuat daya tahan tubuh hewan. Serta selalu memberikan pakan rumput hijau yang dianggap bisa menjaga daya tahan tubuh hewan terhadap penyakit. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....