Harga Hewan Ternak di Boyolali Meningkat Menjelang Iduladha
- 05 Mei 2026 23:23 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Permasalahan terkait kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah tidak menjadi kekhawatiran bagi para pengepul maupun pembeli. Hal itu lantaran sudah bisa ditangani dengan baik setelah adanya program vaksinasi hewan.
Terbukti menjelang Hari Raya Iduladha 2026, harga hewan qurban di Pasar Sapi Boyolali yang berada di Dusun Jelok meningkat hingga mencapai Rp2 juta per-satu sapi.
Ditemui di Pasar Sapi Boyolali, Dusun Jelok pada Selasa, 5 Mei 2026, Dodi pedagang hewan qurban Kabupaten Semarang yang membeli sapi di Dusun Jelok mengatakan bahwa semakin besar hewannya, harga akan semakin meningkat.
"Per-ekor ya rata-rata naik Rp1,5 juta sampai Rp2 juta. Itu sapi yang harga sekitar Rp22 juta sampai Rp25 juta segitu. Kalau yang besar ya tambah lagi harganya," kata Dodi.
Dodi menilai kenaikan harga ini dikarenakan kasus PMK yang membuat stok hewan qurban tidak sebanyak tahun-tahun biasanya, serta kenaikan harga pakan yang diimpor dari Amerika, meskipun memang kenaikannya tidak jauh berbeda dari tahun 2025.
"Pelet itu kan dari luar negeri, dari Amerika itu. Amerika geger itu kan peletnya sulit jadi mahal. Harapannya untuk Pemerintah semoga bisa mendatangkan sapi dari luar negeri, biar bisa menopang daging dan segalanya. Kalau ditopang kan mau tidak mau ya harganya tidak begitu tinggi naiknya dan bisa tercukupi. Kalau ini tidak tercukupi banyak yang borong," katanya menambahkan.
Sementara itu, hal yang sama juga dikatakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali. Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakkan Boyolali, Drh. Afiany Rifdania meskipun masih ada sapi yang dilaporkan positif PMK, namun tidak mempengaruhi harga jual hewan kurban yang malah mengalami peningkatan.
"Masih ada beberapa memang kasus dan sudah dihandle oleh teman-teman Keswan dan sudah diobati. Harga sendiri ini malah cenderung naik. Jadi antara Rp1 juta sampai Rp2 juta untuk sapi, kalau yang di Pasar Nogosari itu sekitar Rp300.000 per-ekor kenaikannya," ucap Drh. Afiany Rifdania.
Ditambahkan Drh. Afiany Rifdania dalam mengatasi peningkatan kasus PMK di Boyolali, pihaknya sudah melakukan vaksinasi sejumlah 9.727 dosis dari target 16.000 dosis hingga akhir April 2026. Dengan vaksinasi tersebut, kekebalan tubuh hewan ternak sudah terbentuk dan terbukti penemuan kasus PMK maupun LSD tidak sebanyak tahun sebelumnya.
"Jadi ini sudah separuh lebih ya, tinggal sedikit lagi, karena memang sudah ditarget dari Provinsi dan itu harus selesai di tahun ini. Jadi kekebalan tubuhnya sudah terbentuk sehingga kasus jika masih ada karena biasanya lalu lintas ternak, kulakan, hewan baru dari luar Kota. kemudian pedagangnya atau peternaknya kadang main ke pasar hewan dan membawa virus nempel di baju, nempel di alas kaki atau kendaraan yang menularkan hewan ternak saat pulang," ucapnya menambahkan.
Demi menjaga kesehatan hewan ternak, Disnakkan Boyolali menghimbau para pedagang bisa menambahkan vitamin, jamu-jamuan ataupun pakan yang baik kepada hewan ternaknya, untuk menjaga daya tahan tubuh dan tidak mudah terjangkit virus. (JK/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....