Hari Kesiapsiagaan Bencana di Sukoharjo Meriah, Ratusan Anak Ikuti Flying Fox
- 26 Apr 2026 20:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sukoharjo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo menggelar peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 dengan berbagai kegiatan edukatif dan hiburan di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo, Minggu 26 April 2026.
Kegiatan ini berlangsung meriah dengan senam sehat tangguh bencana, talk show kebencanaan, simulasi vertical rescue, hingga flying fox yang menjadi daya tarik utama bagi ratusan anak-anak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak dini.
“Momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana ini kami manfaatkan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih siap dan tangguh saat menghadapi potensi bencana. Kami kemas dengan kegiatan yang menarik agar masyarakat, khususnya anak-anak, lebih mudah menerima pesan edukasi kebencanaan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu 26 April 2026.
Ia menjelaskan, salah satu kegiatan yang paling diminati adalah flying fox yang diikuti ratusan anak-anak. Wahana ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari simulasi keberanian dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
“Flying fox ini sangat diminati. Ratusan anak-anak ikut mencoba sejak pagi. Selain melatih keberanian, ini juga menjadi sarana edukasi bahwa dalam kondisi tertentu dibutuhkan kesiapan mental dan keberanian saat evakuasi,” katanya.
Selain itu, BPBD juga menggelar talk show penanggulangan bencana yang berisi sosialisasi, komunikasi, informasi, dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Ada pula display sarana prasarana penanggulangan bencana, pembagian pamflet edukasi, hingga pembagian bibit mangga dan alpukat.
Tak hanya itu, display alat penyelamatan juga menjadi perhatian pengunjung karena memperlihatkan simulasi penyelamatan korban di ketinggian oleh petugas terlatih. Menurut Ariyanto, kegiatan semacam ini penting agar masyarakat mengetahui proses evakuasi saat terjadi kondisi darurat.
“Melalui display alat dan simulasi langsung, masyarakat bisa melihat bagaimana penanganan bencana dilakukan. Harapannya, masyarakat tidak panik saat terjadi bencana karena sudah memiliki gambaran langkah-langkah yang harus dilakukan,” tambahnya.
Acara juga semakin semarak dengan pembagian door prize, live music, dan hiburan lainnya yang membuat suasana alun-alun dipadati warga sejak pagi. Kegiatan ini terbuka gratis untuk umum dan melibatkan berbagai komunitas di Sukoharjo.
Ariyanto berharap melalui peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana ini, kesadaran kolektif masyarakat untuk mewujudkan Sukoharjo yang tangguh dan siaga bencana semakin meningkat.
“Kesiapsiagaan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan masyarakat, kami optimistis Sukoharjo bisa menjadi daerah yang semakin tangguh menghadapi berbagai potensi bencana,” tandasnya. (Edwi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....