UKM ATLAS Fakultas Geografi UMS Perkuat Desa Tangguh Bencana di Boyolali

  • 26 Agt 2026 18:58 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Surakarta - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Association of Technology and Science Research (ATLAS) Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Desa Konservasi dan Tangguh Bencana melalui Edukasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Peningkatan Kesadaran Mitigasi Tanah Longsor di Desa Ngaglik” di Desa Ngaglik, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Senin 24 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi upaya UKM ATLAS Fakultas Geografi UMS dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi tanah longsor.

Program dilaksanakan melalui edukasi kebencanaan dan partisipasi masyarakat dengan melibatkan Pemerintah Desa Ngaglik serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali.

Dalam pelaksanaannya, tim inti pengusul kegiatan yang terdiri atas Nizzamil Fikriyatus Syifa, Adrian Cahya Ramadhan, Alya Dwihapsari, Hasyidan Nafis Hidayat, Ibal Radja Ramadhan, Intan Aulia Santoso, Liana Trihapsari, Muhammad Intifadha Al Ghaza, Muhammad Ivan Razendra Arifian, dan Syauqy Mahdi turut terlibat dalam penyelenggaraan program.

Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang berasal dari berbagai unsur masyarakat meliputi perwakilan perangkat desa, kepala dusun, sekretaris desa, bidan desa dan tenaga kesehatan desa, anggota Linmas, pengurus Karang Taruna termasuk keterwakilan unsur pemuda dan Banser, serta perwakilan ketua RT dan ketua RW setempat.

Ketua Pelaksana Penelitian atau Pengabdian Ormawa (PPO) UKM ATLAS Fakultas Geografi UMS, Nizzamil Fikriyatus Syifa, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk penerapan ilmu geografi sekaligus kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi sosialisasi satu kali, tetapi dapat memberikan pengetahuan yang benar-benar bisa diterapkan masyarakat. Melalui edukasi, diskusi, dan simulasi, kami berharap masyarakat Desa Ngaglik semakin memahami potensi tanah longsor serta mengetahui langkah yang tepat untuk menghadapinya,” jelasnya, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana. Perangkat desa, tenaga kesehatan, Linmas, Karang Taruna, unsur pemuda, RT, dan RW memiliki peran masing-masing dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat.

Respons positif juga disampaikan salah seorang peserta kegiatan. Ia menilai edukasi yang diberikan menjadi pengalaman baru bagi masyarakat Desa Ngaglik karena sebelumnya belum pernah mendapatkan kegiatan edukasi kebencanaan dengan materi dan simulasi seperti yang dilakukan dalam program tersebut.

“Edukasi seperti ini sebelumnya belum ada di desa kami. Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami jadi lebih mengetahui tentang tanah longsor, bagaimana cara mengantisipasinya, dan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan supaya masyarakat semakin siap,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, UKM ATLAS Fakultas Geografi UMS berharap Desa Ngaglik dapat semakin memiliki kapasitas dalam menghadapi potensi tanah longsor sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap konservasi lingkungan.

Kolaborasi berbagai pihak diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sadar risiko, peduli lingkungan, dan tangguh menghadapi bencana.

BPBD Kabupaten Boyolali turut memberikan penguatan materi dan pendampingan teknis kebencanaan.

Perwakilan BPBD Kabupaten Boyolali, Dwi Noor Cahya menyampaikan bahwa peningkatan kesiapsiagaan masyarakat merupakan bagian penting dalam pengurangan risiko bencana.

“Masyarakat merupakan bagian penting dalam penanggulangan bencana. Karena itu, edukasi seperti ini perlu terus dilakukan agar masyarakat mampu mengenali potensi ancaman di lingkungannya dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Kami berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Desa Ngaglik, Daryanto, turut mendukung pelaksanaan kegiatan dengan membantu koordinasi dan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Keterlibatan pemerintah desa dinilai penting agar edukasi kebencanaan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa Fakultas Geografi UMS di Desa Ngaglik. Edukasi seperti ini memberikan pengetahuan tambahan kepada masyarakat mengenai bagaimana mengenali potensi bencana dan bagaimana mempersiapkan diri. Kami berharap kerja sama dan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya. (Edwi/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....