Dalang Kondang Ki Bayu Aji Meriahkah HUT RI di Jetis Permai Gentan
- 25 Agt 2026 16:13 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Sukoharjo - Pentas wayang kolaborasi yang dipandu dalang Ki Bayu Aji Pamungkas sukses mengguncang dan menghibur warga Jetis Permai (Jesper), RT 06/RW 10, Gentan, Baki, Sukoharjo, Senin 24 Agustus 2026 malam.
Pertunjukan wayang dengan tokoh Punokawan itu menjadi salah satu magnet utama dalam malam pentas seni sekaligus puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Jetis Permai.
Yang membuat pertunjukan tersebut berbeda, tokoh-tokoh Punokawan tidak diperankan oleh seniman wayang profesional.
Empat warga Jetis Permai, yakni Agus Rahmanto, Yuli Ernawan, Eko Setyo Winanto, S.E dan Dr. Ari Sumarwono, S.H., M.H., justru tampil sebagai para Punokawan.
Di bawah arahan Ki Bayu Aji, keempat warga tersebut membawakan cerita yang diangkat dari kehidupan sehari-hari dan pengalaman mereka di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri.
Ki Bayu Aji mengaku sengaja tidak memberikan teks atau naskah yang harus dihafalkan para pemain. Ia memilih membangun cerita secara lebih cair agar para pemain dapat tampil lepas dan tidak terbebani.
“Jadi saya tidak mengasih mereka teks. Takutnya mereka nanti justru stres karena siapa tahu pas nggak nyambung,” ujar Ki Bayu Aji usai pertunjukan.
Menurutnya, cerita dalam pentas tersebut bisa terasa hidup karena berangkat dari realitas dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan para pemain maupun warga.
“Cerita itu bisa hidup karena mengambil cerita dari kehidupan sehari-hari, pengalaman apa yang mereka alami di lingkungan,” imbuhnya.

Suasana pentas semakin hidup dengan kehadiran sejumlah artis profesional yang berperan sebagai istri Gareng, Petruk, dan Bagong. Kehadiran mereka menambah warna sekaligus memperkuat unsur komedi dalam pertunjukan.
Pentas wayang kolaborasi yang berlangsung sekitar 45 menit itu sebelumnya dijadwalkan menjadi salah satu acara utama malam pentas seni yang digelar di Lapangan Voli Jetis Permai.
Ketua Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI Jetis Permai, Muhammad Leo Hardjono, mengatakan penyelenggaraan peringatan tahun ini memang sengaja dibuat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya malam tirakatan dan pentas seni digelar dalam satu rangkaian acara pada 16 Agustus, tahun ini kedua agenda tersebut dipisahkan.
Malam tirakatan telah dilaksanakan pada 16 Agustus 2026, sedangkan pentas seni digelar pada 24 Agustus 2026.
“Tujuan kita biar tirakatan lebih khidmat, sementara di acara pentas seni, suasana menjadi lebih meriah,” ujar M Leo.
Ketua RT 06 Jetis Permai, Cahyo Yuli Kristanto, juga menyambut baik penyelenggaraan pentas seni tersebut.
"Selain menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, kegiatan itu diharapkan semakin mempererat kebersamaan dan kekompakan warga.," ujar dia. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....