Estafet Kepemimpinan, Giyono Resmi Jabat Kalapas Sragen, Ini Misi Kedepannya
- 20 Apr 2026 23:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen resmi memulai babak baru kepemimpinan. Tongkat estafet kepemimpinan diserahterimakan dari Mohamad Maolana kepada Giyono. Prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Mardi Santoso, Senin 20 April 2026.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut menandai komitmen Lapas Sragen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak serta mengakselerasi program pemberdayaan warga binaan.
Dalam pernyataan sebagai Kalapas Sragen, Giyono mengapresiasi dukungan luar biasa dari jajaran Forkopimda Sragen. Menurutnya, kuatnya kolaborasi antar-instansi adalah kunci utama dalam menjalankan roda organisasi di Lapas.
"Kuncinya adalah kolaborasi dan kerja sama. Tidak ada persoalan yang tidak bisa kita atasi kalau kita melaksanakan kerja sama. Saya sangat mengapresiasi dukungan dari Ibu Bupati, Ketua Pengadilan, Kapolres, dan Kepala Kejaksaan yang luar biasa," ujar Giyono.
Menanggapi isu keamanan, khususnya upaya penyelundupan narkoba, Giyono menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Ia mengibaratkan kerja tim ini layaknya pahlawan super yang harus bersatu untuk mengalahkan ancaman.
"Kita bukan Superman. Superman saja mengalahkan Thanos itu bersama-sama. Kami butuh dukungan Kepolisian, TNI, BNN, hingga masyarakat dan media sebagai kontrol sosial. Jika ada informasi, tolong sampaikan, bahkan ingatkan saya," katanya menjelaskan.
Akselerasi Asta Cita dan Ekspor Produk Warga Binaan
Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Jateng, Mardi Santoso, menekankan bahwa di bawah kepemimpinan baru, Lapas Sragen harus berlari kencang dalam mengimplementasikan **Asta Cita** dan program akselerasi Menteri. Fokus utama saat ini adalah pada ketahanan pangan, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Lapas Sragen dalam menembus pasar internasional. Mardi mengungkapkan bahwa produk kerajinan warga binaan, salah satunya mainan anjing (dog toys), kini menjadi komoditas ekspor unggulan.
Mengingat tingginya permintaan ekspor yang mencapai satu kontainer per bulan, Lapas Sragen kini berkolaborasi dengan 15 Satuan Kerja (Satker) lain untuk memenuhi kuota. Sementara itu produk ekspor disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan yang berbeda-beda.
Sedangkan untuk pembinaan warga binaan ke depan, pihak Kanwil akan menerapkan metode Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) untuk meningkatkan kualitas program pembinaan.
"Layanan publik tetap menjadi wajah utama. Jangan sampai kita memprioritaskan satu sisi, namun ada lubang di sisi lain. Saya berharap Pak Giyono mampu mensinergikan pengalaman yang ada dengan seluruh mitra kerja untuk memajukan Lapas Kelas IIA Sragen," kata Mardi Santoso. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....