Hari Kartini, Perempuan Sragen Didorong Mandiri-Swasembada Pangan Keluarga

  • 17 Apr 2026 16:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Memperingati momentum Hari Kartini tahun 2026, kaum perempuan di Kabupaten Sragen diajak untuk menjadi sosok yang tangguh dan mampu berkontribusi nyata dalam solusi ekonomi keluarga. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui penguatan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sragen, Linda Sigit Pamungkas, di hadapan warga dan kader Posyandu saat menghadiri penyerahan bantuan di Gedung RSPD Sragen, Kamis 16 April.

Dalam pidatonya, Linda menekankan bahwa semangat Kartini di masa kini harus diwujudkan dengan kemandirian. Perempuan diharapkan mampu membantu menekan pengeluaran rumah tangga melalui pemanfaatan lahan sempit.

"Perempuan hari ini harus menjadi bagian dari solusi persoalan, bukan malah yang menimbulkan persoalan. Kita bismillah menjadi bagian dari solusi kemiskinan di masyarakat," ujar Linda.

Salah satu program yang diluncurkan adalah 'TAWAK JUBER' (Tanam, Rawat, Panen, Maju Bersama). Program ini menyasar level terkecil di masyarakat, yaitu Posyandu, dengan memberikan bantuan 250 bibit tanaman per Posyandu untuk dikelola bersama kader dan warga kurang mampu.

Linda menjelaskan bahwa bantuan bibit yang diberikan meliputi jenis komoditas pemicu inflasi seperti cabai, tomat, terung, dan mentimun. Dengan menanam sendiri, ibu rumah tangga diharapkan bisa menghemat pengeluaran dapur secara signifikan.

"Kalau biasanya belanja cabai sepuluh ribu atau lima ribu, kalau petik sendiri kan menjadi nol rupiah. Begitu juga buah dan sayuran lainnya. Ini sangat penting karena pangan adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda," katanya menjelaskan.

Ia juga berpesan agar bantuan ini tidak berhenti setelah sekali panen. Masyarakat diminta untuk menyemai kembali biji dari hasil panen tersebut agar program ini berkelanjutan.

Selain fokus pada pangan, Linda juga menyerahkan bantuan perbaikan rumah sehat. Baginya, rumah yang sehat dan nyaman adalah fondasi penting bagi kesehatan mental anggota keluarga dan prestasi belajar anak-anak.

Program ketahanan pangan ini akan dijalankan dengan skema kolaborasi dengan kepala keluarga perempuan atau janda dan warga miskin. Sementara itu pihaknya melibatkan pendamping desa dan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan).

TP PKK siap membantu menyalurkan hasil panen ke pasar yang lebih luas atau melalui SPPG jika terjadi surplus produksi. "Pemberdayaan itu artinya dibantu sekali, kemudian dia bisa berusaha untuk hidup mandiri. Nanti sebagian hasil penjualan disimpan untuk beli bibit lagi, sebagian lagi untuk tambahan kesejahteraan pengurus dan warga yang merawat," ujar Linda.

Gerakan menanam serentak ini direncanakan akan dimulai pada 21 April 2026 tepat pada peringatan Hari Kartini. Gerakan ini sebagai simbol kebangkitan kemandirian pangan perempuan di Bumi Sukowati. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....