Sragen Jadi Tumpuan Swasembada Beras Nasional 2026
- 02 Feb 2026 17:03 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen: Kabupaten Sragen, Jawa Tengah tetap menjadi tumpuan swasembada pangan dengan target memproduksi beras nasional empat juta ton pada 2026 ini. Pengusaha Beras Indonesia (Pepadi) Sragen menyatakan kesiapannya mendukung penuh target produksi beras dalam negeri.
Sekretaris Pepadi Jateng, yang juga Ketua Harian Pepadi Sragen Widyastuti, mengungkapkan bahwa Sragen kembali memegang peranan krusial sebagai lumbung pangan nasional. Hal ini mengemuka dalam rapat sosialisasi pengadaan beras dalam negeri yang melibatkan perwakilan Pepadi dari seluruh provinsi di Indonesia.
"Bahwa target pengadaan beras secara nasional mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," katanya Minggu 1 Februari 2026.
Baca juga: Pencurian Padi Siap Panen Marak di Sragen, Petani Resah
Lanjut Wiwid sapaan akrabnya, target 2026 Pemerintah membidik angka 4 juta ton beras secara nasional. Sebelumnya Realisasi 2025 Sebagai perbandingan, target berada di angka 3 juta ton dan berhasil terealisasi melampaui target. Lantas untuk Jatah Jawa Tengah target pengadaan diproyeksikan mencapai sekitar 379.000 ton.
"Nantinya pihak Kanwil Bulog Jawa Tengah yang akan membagi plot-plotnya. Sragen berapa, Solo Raya berapa. Kami dari Pepadi akan segera berkonsolidasi untuk mendukung program utama swasembada pangan ini," ujar Wiwid.
Meski mengejar kuantitas, Ketua harian Pepadi Sragen ini menekankan bahwa standar kualitas tetap menjadi acuan utama dalam pengadaan beras medium ini. Spesifikasi Broken Maksimal 25 persen dan Kadar Air Maksimal 14 persen.
Terkait kekhawatiran alih fungsi lahan yang marak terjadi, Widyastuti tetap optimis. Menurutnya, Sragen memiliki pengaturan tata ruang yang jelas untuk menjaga eksistensinya sebagai penyumbang beras terbesar di Solo Raya, sekaligus lumbung padi nomor tiga di Jawa Tengah.
"Kondisi cuaca saat ini juga sangat mendukung. Sragen sudah mulai masuk masa panen dan hasilnya bagus-bagus. Kami tidak khawatir dengan faktor cuaca sejauh ini," ucapnya.
Menurut Wiwid, saat ini, harga padi di tingkat petani terpantau stabil di angka Rp 6.800 hingga Rp 7.100 per kilogram untuk gabah basah. Dengan tren positif ini, Pepadi Jateng yakin target berkelanjutan menuju swasembada pangan.
Catatan rri.co.id, Sragen surplus beras sebesar 314.301 ton pada 2024 dengan luas lahan baku sawah mencapai 40.254 hektar. Sementara total produksi gabah kering 732.281 ton setara 421.105 ton beras. Sragen melampaui kebutuhan konsumsi beras 106 ribu ton per tahun. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....