Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Perluas Jaringan SPKLU di Solo Raya

  • 17 Apr 2026 15:03 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Tren penggunaan kendaraan listrik di wilayah Sragen dan sekitarnya menunjukkan lonjakan signifikan. Menanggapi pertumbuhan tersebut, PT PLN (Persero) terus memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), baik di jalur tol maupun di pusat perkotaan, guna mendukung program percepatan transisi energi pemerintah.

Manager PLN ULP Sragen, Ardi, mengungkapkan bahwa infrastruktur pengisian daya di wilayah Sragen saat ini sudah tersebar di titik-titik strategis. Di jalur bebas hambatan, PLN telah menyediakan fasilitas di seluruh rest area yang ada.

"Di rest area ada empat lokasi, yakni di KM 519A, 519B, 538A, dan 538B. Semua sudah tersedia SPKLU. Sementara untuk di area kota, masyarakat bisa mengaksesnya di Kantor PLN Sragen dan Kantor Pemda Terpadu," kata Ardi saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat 17 April.

Selain milik PLN, dukungan infrastruktur juga datang dari pihak swasta yang menyediakan titik pengisian daya di Kantor Pos Sragen dan gerai kopi Cold n Brew.

Data PLN menunjukkan kenaikan penggunaan SPKLU yang sangat masif, terutama pada periode Maret 2026 yang bertepatan dengan momentum mudik Lebaran. Di Rest Area 519A misalnya, jumlah transaksi melonjak hingga 500 kali, naik signifikan dibanding bulan-bulan sebelumnya yang rata-rata hanya berkisar di angka 200 hingga 300 transaksi.

"Penggunaan kendaraan listrik paling meningkat saat Lebaran kemarin. Karena kebutuhan yang masif ini, kami sedang menjajaki pembangunan SPKLU Center di Rest Area 519B," ucap Ardi.

PT PLN memberikan pelayanan prima bagi pelanggan untuk pengisian daya di setiap SPKLU. (Foto: RRI /Dok ULP PLN Sragen)

Guna memberikan layanan yang lebih efisien bagi pengendara, PLN mulai meningkatkan kapasitas mesin pengisian. Di Kantor ULP Sragen, PLN telah menyiagakan mesin Ultra Fast Charging dengan kapasitas 100 kW.

Meskipun memiliki kecepatan pengisian yang jauh lebih tinggi dibanding mesin medium (25 kW), Ardi menegaskan bahwa tarif per kWh tetap sama. "Yang membedakan hanya kecepatannya saja, sehingga pengguna tidak perlu mengantre lama," ujarnya.

Tak hanya mobil, ekosistem kendaraan roda dua listrik juga tumbuh subur di Sragen. Wilayah ini bahkan menjadi titik singgah favorit bagi komunitas motor listrik yang melakukan perjalanan jarak jauh, seperti rute Jogja menuju Bromo.

"Kita sudah punya SPKLU khusus roda dua untuk mendukung perjalanan jauh atau touring. Namun, untuk penggunaan harian, kami tetap mengimbau masyarakat untuk memaksimalkan home charging atau pengisian daya di rumah," kata Ardi.

Menurutnya, pengisian daya di rumah pada malam hari (di atas pukul 22.00 WIB) jauh lebih efektif dan ekonomis karena memanfaatkan cadangan daya PLN yang melimpah (oversupply) pada jam istirahat.

Senada dengan hal tersebut, Asisten Manajer Transaksi Energi PLN Surakarta, Raditya Indra Putra, menambahkan bahwa pengembangan SPKLU Center juga menyasar wilayah Solo.

"Untuk di Solo Raya, rencana penambahan SPKLU terutama untuk mobil terus berjalan. Dua lokasi yang sudah terealisasi menjadi SPKLU Center berada di daerah Manahan dan Jajar," kata Raditya.

Dengan semakin rapatnya sebaran titik pengisian daya di Solo Raya, masyarakat diharapkan tidak lagi ragu untuk beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....