Efisiensi BBM, Fraksi Golkar Dorong Penempatan ASN Sragen Berbasis Domisili
- 16 Apr 2026 08:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Kebijakan penghematan energi dan efisiensi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto mulai direspons oleh pemerintah daerah, termasuk di Kabupaten Sragen. Namun, implementasi di lapangan seperti gerakan bersepeda ke kantor dinilai perlu dievaluasi agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sragen, Pujono Elly Bayu Effendi, memberikan catatan kritis sekaligus solusi konstruktif terkait kebijakan tersebut.
Menurutnya, untuk mencapai efisiensi energi yang benar-benar signifikan, Pemerintah Kabupaten Sragen perlu melakukan pemetaan ulang terkait penempatan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan kedekatan dengan tempat tinggal mereka.
Saat dijumpai pada Selasa 14 April Bayu sapaan akrabnya menyoroti luas wilayah Sragen yang mencakup kecamatan-kecamatan jauh seperti Sukodono, Kalijambe, hingga Miri.
Ia menilai instruksi bersepeda ke kantor tidak bisa dipukul rata untuk semua ASN, terutama bagi mereka yang rumahnya terpaut jarak puluhan kilometer dari pusat pemerintahan.
"Kalau rumahnya di Sukodono atau Miri tapi kantornya di pusat kota Sragen, lalu harus naik sepeda onthel, ya kurang efisien menurut saya. Pertama, belum mulai kerja sudah berkeringat dan kelelahan. Kedua, masalah waktu; bisa-bisa teman kantornya sudah mau pulang, dia baru sampai," ujar Bayu.
Ia menyarankan agar ASN yang memiliki jarak tempuh jauh setidaknya beralih dari mobil pribadi ke sepeda motor untuk mengurangi emisi dan konsumsi BBM, alih-alih dipaksakan bersepeda jika kondisi fisik dan jarak tidak memungkinkan.
Lebih lanjut, Bayu mendorong Bupati Sragen untuk mempertimbangkan kebijakan penempatan ASN yang lebih dekat dengan domisili.
Dengan menempatkan ASN di kantor atau instansi yang dekat dengan rumah tinggal, penghematan BBM akan terjadi secara alami dan berkelanjutan tanpa mengorbankan produktivitas kerja.
"Melihat situasi di mana ASN itu tinggal dan sejauh mana letak kantor itu harus diperhitungkan. Jika penempatannya dekat, otomatis penggunaan kendaraan berkurang, emisi turun, dan efisiensi energi benar-benar efektif," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Bayu juga memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ia menilai kepemimpinan saat ini sangat berpihak pada rakyat dengan menjaga stabilitas harga BBM di tengah gejolak geopolitik global yang memicu kelangkaan energi di berbagai negara, seperti Filipina.
"Pak Menteri ESDM yang juga kader Golkar terus berupaya agar BBM kita tidak naik, padahal pengaruh perang Amerika-Iran sangat luar biasa. Kami sebagai wakil rakyat Sragen sangat mengapresiasi ini, karena jika BBM naik, semua komoditi seperti cabai dan kebutuhan pokok lainnya pasti ikut naik," kata Bayu.
Meski di lingkup DPRD Sragen penerapan efisiensi kendaraan belum terlihat signifikan secara menyeluruh, Bayu mengaku sudah mulai memberikan contoh secara pribadi.
"Saya ke kantor sekarang lebih sering pakai sepeda. Selain irit dan mengurangi emisi, ini juga 'efisiensi kantong' supaya anggarannya bisa dialokasikan untuk kebutuhan sosial, seperti bertemu masyarakat atau menghadiri undangan warga (jagong)," katanya.
Gerakan efisiensi ini merupakan turunan langsung dari instruksi Presiden yang diteruskan oleh Gubernur Jawa Tengah ke 35 kabupaten/kota, sebagai langkah antisipasi terhadap krisis energi dunia. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....