Tinjau Lokasi Banjir Kelurahan Tipes, Sekda Solo Siapkan Dapur Umum

  • 15 Apr 2026 11:11 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pasca hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Solo Raya pada Selasa malam, 14 April 2026, sekitar delapan Kelurahan terdampak banjir akibat meluapnya air dari Sungai Jenes, hingga Bengawan Solo.

Salah satu yang terdampak adalah RW 15, RT 3 Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan. Lokasi yang berada dekat dengan kali Jenes ini sempat terdampak banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa. Namun pada Rabu pagi, 15 April 2026 genangan sudah mulai surut.

Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Murtono sempat melakukan tinjauan ke lokasi. Ditemui setelah meninjau langsung, dirinya mengatakan banjir yang menggenang akibat belum adanya tanggul di sekitar lokasi.

"Tergenang karena memang di posisi ini pas di tikungan, di belokan sungai dan belum ada taludnya. Jadi memang Kalau ketinggiannya air tinggi, bisa melimpah ke rumah warga," kata Budi Murtono.

Ke depan menurutnya akan melakukan komunikasi dengan pihak BBWS untuk pembangunan talud di sekitar aliran sungai.

Dalam memberikan bantuan cepat kepada warga, ditambahkan Budi Murtono, Pemerintah Kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah mendirikan lokasi pengungsian dan dapur umum yang bisa dipergunakan warga.

"Sudah buka dapur umum untuk mensuplai kebutuhan makan-minum warga sini. Itu tadi dari Puskesmas sudah ke sini. Nanti sekitar jam 10 mau melakukan pemeriksaan kesehatan untuk warga yang terdampak," katanya menambahkan.

Banyaknya lokasi yang terdampak, Sekretaris Daerah Budi Murtono menjelaskan bahwa Pemerintah Kota berencana mengadakan rapat koordinasi sebagai langkah penanganan banjir yang terjadi.

Sementara itu, Damisri warga RW 15, RT 3 Kelurahan Tipes, mengatakan bahwa air mulai menggenang wilayah rumahnya sejak Selasa malam, pukul 22.00 WIB. Dirinya juga menjelaskan saat air mulai naik, beberapa warga sempat mengungsi ke lokasi aman.

"Ngungsi yang tua, anak-anak ngungsi tapi kalau saya yang muda-muda pada di rumah. Biasanya yang ngungsi yang tua sama anak-anak," ucap Damisri.

Menurutnya juga, banjir ini baru kembali dirasakannya setelah sebelumnya sempat terjadi pada empat tahun yang lalu. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....