Bengawan Solo Siaga Merah Air Kiriman Intai Sragen, Personel BPBD Siaga 24 Jam
- 15 Apr 2026 10:28 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Hujan deras di wilayah Solo Raya menyebabkan Sungai Bengawan Solo dalam kondisi siaga merah. Masyarakat di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo di wilayah Sragen kini tengah dilingkupi rasa was was.
Hingga Selasa pagi 15 April pagi sekitar pukul 08.00 level Bengawan Solo di Pos Pantau Jurug Kecamatan Jebres, Solo, berada di ketinggian 8,75 meter. Air kiriman dari Wonogiri, Sukoharjo dan Klaten masih deras.
Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen telah menetapkan status siaga. Personel dan peralatan evakuasi mulai disiagakan di titik-titik rawan.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Sragen, Triyono Putro, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan air dari wilayah selatan secara real-time. Menurutnya, luapan air di wilayah Solo biasanya akan berdampak ke Sragen dalam hitungan jam.
"Pantauan Bengawan Solo pagi ini terkait banjir memang belum berdampak signifikan di Sragen. InsyaAllah masih aman, Mas. Namun, kami tidak mau kecolongan. Personel tetap kami siagakan penuh untuk memonitor perkembangan," ujar Triyono kepada awak media.
Berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat sejumlah titik yang menjadi langganan banjir luapan jika debit Bengawan Solo terus merangkak naik. Wilayah tersebut meliputi kecamatan Masaran, Kecamatan Sidoharjo, Kecamatan Plupuh, Kecamatan Tanon, Kecamatan Sragen Kota, kecamatan Ngrampal, Kecamatan Tangen dan Kecamatan Jenar.
BPBD mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat tanda-tanda kenaikan debit air yang drastis agar langkah evakuasi bisa dilakukan sedini mungkin.
Kewaspadaan tinggi juga terlihat di Desa Gawan, Kecamatan Tanon. Kepala Desa Gawan, Sutrisna, melaporkan bahwa air sudah mulai tampak "mengancam" di bibir sungai. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, air belum sampai meluber ke area persawahan maupun rumah warga.
"Kondisi air pagi ini cukup tinggi, tapi belum sampai masuk ke sawah atau permukiman. Kami terus berkoordinasi dengan warga agar tetap waspada, terutama jika ada kiriman air susulan. Semoga saja air segera surut dan tidak sampai naik lagi," kata Sutrisna. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....