IPAL Belum Difungsikan, Limbah Pasar Ayam Semanggi Dikeluhkan Warga

  • 06 Apr 2026 12:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kondisi lingkungan di Pasar Ayam Semanggi, Kota Surakarta, semakin kumuh dan dikeluhkan warga. Bau tidak sedap dari limbah Rumah Potong Unggas mengganggu kenyamanan dan sanitasi lingkungan.

Instalasi Pengolahan Air Limbah(IPAL) yang dibangun hingga kini belum difungsikan secara optimal. Hal ini karena saluran drainase dari Rumah Potong Unggas belum tersambung ke IPAL.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Arif Handoko, mengatakan penyambungan saluran membutuhkan penghentian aktivitas pemotongan ayam sementara. Namun, pelaku usaha menolak untuk libur selama dua hari.

“Pelaksanaan pekerjaan sudah mendekati akhir, tetapi kami butuh waktu dua hari untuk menyambungkan drainase ke IPAL. Namun pelaku usaha tidak bersedia libur dan meminta ganti rugi,” kata Arif saat ditemui RRI, Senin, 6 April 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah tidak memiliki anggaran untuk memberikan kompensasi kepada pelaku usaha. Kondisi ini membuat proses penyambungan saluran limbah belum bisa dilakukan.

Selain itu, pengelolaan limbah di RPU juga dinilai belum optimal karena limbah padat dan cair masih bercampur. Padahal, pemisahan limbah menjadi syarat utama agar IPAL dapat berfungsi dengan baik.

“Tidak boleh ada limbah padat masuk ke IPAL. Harus dipisahkan antara cair dan padat agar pengelolaan limbah bisa berjalan efektif,” ujarnya.

Dampak dari kondisi tersebut dirasakan warga sekitar, terutama di Kelurahan Mojo. Mereka mengeluhkan bau menyengat dari limbah pemotongan ayam yang terus terjadi.

Pemerintah berharap ada kerja sama dari pelaku usaha agar perbaikan dapat segera dilakukan. Dengan demikian, IPAL dapat difungsikan untuk mengurangi pencemaran lingkungan di kawasan tersebut. (Ryan Assyidiqi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....