Keluhan Limbah dan Bau Pasar Ayam Kyai Mojo Dibahas di Forum Perangkat Daerah
- 05 Mar 2026 14:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Keluhan warga terkait limbah dan bau menyengat di kawasan Pasar Ayam Jalan Kyai Mojo, Semanggi, menjadi perhatian dalam Forum Perangkat Daerah Kota Surakarta di Ballroom Solo Paragon, Kamis, 5 Maret 2026. Pemerintah kota menilai pengelolaan pasar perlu dibenahi agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan bagi warga sekitar.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Arif Handoko, mengatakan persoalan pengelolaan limbah di kawasan pasar ayam sebenarnya sudah lama disampaikan warga. Aspirasi tersebut bahkan pernah dibawa dalam audiensi bersama DPRD oleh LPMK dan para ketua RW setempat.
Menurut Arif, salah satu persoalan utama berasal dari limbah pemotongan ayam yang sering masuk ke saluran air. Limbah seperti bulu, usus hingga potongan kaki ayam kerap menyebabkan saluran tersumbat dan menimbulkan bau menyengat.
“Kalau mampet pasti nanti baunya berdampak, karena sisa-sisa potongan seperti usus, kaki-kaki dan bulu itu sangat menyengat sekali. Saya sudah beberapa kali ke sana, memang luar biasa baunya,” kata Arif Handoko.
Ia menjelaskan, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk rumah potong ayam di kawasan tersebut sebenarnya sudah dibangun pada 2025. Namun pengelolaan di lapangan masih perlu diperbaiki agar limbah tidak langsung masuk ke saluran.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono, menilai keberadaan pasar ayam di lokasi tersebut sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan kawasan. Saat ini lingkungan sekitar telah berkembang menjadi kawasan permukiman dengan berbagai fasilitas publik.
“Pasar ayam itu ditempatkan di sana karena dulu kawasan itu belum padat. Sekarang lingkungannya sudah berkembang, sementara pasarnya masih seperti itu sehingga perlu ditata agar lebih bersih,” ujar Budi Murtono.
Budi menambahkan, pemindahan pasar memang menjadi salah satu opsi yang pernah dipertimbangkan. Namun hingga kini pemerintah masih menghadapi kendala terkait penentuan lokasi pengganti.
Karena itu, pemerintah kota akan terlebih dahulu melakukan penataan pasar agar lebih rapi, bersih dan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, termasuk memperbaiki pengelolaan limbah agar keluhan warga dapat teratasi. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....