Protes Bau Limbah Pasar Ayam, Warga Mojo Geruduk DPRD

  • 03 Des 2025 23:19 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Puluhan tokoh masyarakat Kelurahan Mojo Kecamatan Pasarkliwon, Solo, mendatangi DPRD Solo Rabu (3/12). Kedatangan mereka mendesak pemindahan pasar hewan (Pasar Ayam dan Kambing) Semanggi serta relokasi makam Mipitan Mojo.

Mereka terdiri dari pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Mojo, perwakilan Ketua Rukun Warga (RW) Ketua Rukun Tetangga (RT), serta sejumlah tokoh masyarakat Mojo.

Rombongan tersebut diterima Wakil Ketua DPRD Solo, Muhammad Bilal, Ketua Komisi III DPRD Solo, Taufiqurrahman, Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, YF Sukasno, Sekretaris Komisi II DPRD Solo, Mukarromah, serta sejumlah legislator.

Para tokoh masyarakat mengeluhkan puluhan tahun tinggal berdampingan dengan pasar hewan yang berada di tengah pemukiman padat, warga tak kunjung terbebas dari bau busuk, limbah, serta ancaman kesehatan lingkungan.

Ketua RW 08, M. Iskandar mengaku warga sedemikian frustrasi dengan persoalan keberadaan pasar hewan. Pengurus wilayah harus bekerja keras menahan warga agar tidak melakukan aksi demo.

Iskandar, mengakui pemerintah sudah membuat IPAL di Pasar Ayam. Tapi IPAL itu hanya berfungsi sebentar. "Ada IPAL, tapi kapasitasnya tidak sesuai dengan volume perdagangan di pasar. Sehingga berapa waktu IPAL sudah tidak berfungsi," kata dia.

Menurut dia, kondisi yang sama dapat terjadi bila pemerintah akan membuat lagi IPAL di Pasar Ayam. Sehingga Iskandar menyatakan solusi atas kondisi Pasar Ayam saat ini adalah merelokasinya. Perihal mekanisme pemindahan Pasar Ayam, dia menyerahkan kepada pemerintah.

"Bukannya kami skeptis. Tapi ini pengalaman bertahun-tahun warga Mojo merasakan imbas dari Pasar Ayam. Dengan keberadaan Pasar Ayam dipindah, mangga mekanismenya bagaimana, pemangku kekuasaan yang menentukan. Dipindah saja, perkara bagaimana, mangga," ucap dia.

Tokoh masyarakat Mojo Kecamatan Pasar Kliwon mendatangi DPRD untuk audiensi mendesak pemindahan Pasar Ayam dan Kambing di Mojo. (Foto: RRI/Mulato Ishaan)

Ketua LPMK Mojo, Joko Harinto, mengatakan usulan relokasi Pasar Ayam sudah muncul sejak 2021, di forum Musrenbang. Dalam perjalanannya diketahui Pemkot Solo sudah berencana memindah Pasar Ayam sejak tahun 2016, sayang niatan itu belum juga terealisasi.

"Harapan warga [Pasar Ayam] dipindahkan. Karena kami sudah usulkan itu sejak Musrenbang tahun 2021, sejak ada Kelurahan Mojo. Tapi ternyata Pemkot sudah ada rencana itu sejak tahun 2016. Tapi sampai saat ini belum terealisasi karena terkendala tidak ada tempat," ujar dia.

Joko menjelaskan kondisi Pasar Ayam sudah tidak layak dan mengganggu aktivitas warga. Kondisi Pasar Ayam sudah tidak sesuai dengan pembangunan di wilayah Mojo.

"Pasar ini sangat mengganggu kesehatan maupun aktivitas warga, baik dari segi bau dan kondisinya," ucap dia.

Sedangkan dari aspek ekonomi, menurut Joko, keberadaan Pasar Ayam tidak signifikan membantu warga Mojo. Sebab hanya sekira 10 persen warga Mojo yang bekerja di Pasar Ayam. Sementara 90 persen lain orang yang bekerja di Pasar Ayam berasal dari Sukoharjo, Sragen, dan lain-lain.

"Pedagang di situ kebanyakan bukan warga Mojo, Semanggi, dan sekitarnya. Tidak ada 10 persen yang dari Mojo. Itu pun buruh kasar, jadi yang ngangkut-ngangkut. Yang lainnya dari luar Solo seperti Sragen, Wonogiri, Sukoharjo, dll. Jadi dampak ekonomi tidak begitu besar," tutur dia.

Justru, Joko melanjutkan, warga sekitar Pasar Ayam sangat terganggu bau tidak enak maupun limbah pasar. "Justru dampak gangguan aktivitas maupun kesehatan yang besar. Kalau hujan, buangan air dari pasar itu larinya ke drainase warga. Banjir, luar biasa baunya," kata dia. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....